“Saya ingin mereka tetap tenang, yang penting pupuk jangan di salah gunakan, pupuk harus tepat sasaran, tepat mutu, tepat harga, tepat kwalitas dan mereka itu menjalankan fungsinya dengan baik,” ungkapnya.
Menurutnya Pupuk Indonesia (PI) juga ada perhatian yang cukup baik atas masukan dari DPR. Untuk komitmen-komitmen masalah Fi juga ada perbaikan, dan Pemerintah meskipun di masa sulit juga memberikan diskon 20 persen, jangan sampai pupuk disalahgunakan.
“Kalau di salah gunakan, kita akan menerapkan sistem di akwalifikasi bagi mereka yang menyalahgunakan kewenangan itu,” imbuhnya.
Firman mengaskan PUD dan PPTS yang sudah 20 tahun menyelamatkan uang negara itu akan di korbankan begitu saja dengan hadirnya Kopdes.
BACA JUGA: Ombudsman Jateng Terima Aduan Penyalahgunaan Lahan Terlindungi: Untuk Bangun Kopdes Merah Putih di Klaten
Firman juga akan mengevaluasi aturan pengambilan pupuk bersubsidi yang sering gonta-ganti sehingga menyulitkan dan membenturkan PPTS dengan Petani.
“Aturan kan untuk memudahkan bukan untuk mempersulit. Membuat regulasi itu harus melihat kultur masyarakat petani di Indonesia itu seperti apa.
Karena petani di Indonesia itu nebus pupuk tergantung daripada kondisi. Kalau punya uang mereka beli pupuk, di simpan baru masa tanam pakai. Tapi kalau seperti itu menurut saya nanti akan mempersulit petani sendiri,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





