Jateng

Ratusan Siswa SMAN 2 Kudus Keracunan Massal, Gus Yasin Janji Evaluasi Program MBG

×

Ratusan Siswa SMAN 2 Kudus Keracunan Massal, Gus Yasin Janji Evaluasi Program MBG

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin saat ditemui di PO Hotel, Kota Semarang, Kamis, 29 Januari 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin saat ditemui di PO Hotel, Kota Semarang, Kamis, 29 Januari 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ratusan siswa SMA Negeri 2 Kudus mengalami keracunan massal usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 29 Januari 2026. Hingga Kamis sore, total korban keracunan tercatat mencapai 117 orang dan dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Kabupaten Kudus.

Jumlah keseluruhan siswa SMA Negeri 2 Kudus tercatat sebanyak 1.178 orang, terdiri atas 466 siswa laki-laki dan 712 siswa perempuan.

Berdasarkan data yang beritajateng.tv himpun hingga pukul 15.00 WIB, dari jumlah tersebut, sebanyak 117 orang harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit akibat dugaan keracunan MBG.

Rinciannya, korban laki-laki berjumlah 30 orang, sementara korban perempuan mencapai 87 orang. Selain siswa, satu orang karyawan cleaning service (CS) juga turut menjadi korban dan menjalani perawatan di rumah sakit.

BACA JUGA: Keracunan MBG Kudus Hingga Pingsan, Puluhan Siswa SMAN 2 Masuk Rumah Sakit

Adapun para korban dirujuk ke tujuh rumah sakit berbeda. Di RSUD Kudus, tercatat 28 orang dirawat, terdiri dari enam siswa laki-laki, 22 siswa perempuan, serta satu karyawan CS. Di Rumah Sakit Mardi Rahayu (RSMR), sebanyak 22 siswa dirawat, dengan rincian enam laki-laki dan 16 perempuan.

Selanjutnya, Rumah Sakit Sarkies Aisyiyah merawat 19 siswa, terdiri dari lima laki-laki dan 14 perempuan. Rumah Sakit Islam (RSI) Kudus menerima 14 pasien, yakni tiga laki-laki dan 11 perempuan. Rumah Sakit Kristen Sinar Kasih (RSKS) merawat 13 siswa, terdiri dari empat laki-laki dan sembilan perempuan.

Sementara itu, Rumah Sakit Kartika Husada menangani sembilan siswa, dengan rincian dua laki-laki dan tujuh perempuan. Rumah Sakit Aisyiyah Kudus juga merawat 13 siswa, terdiri dari empat laki-laki dan sembilan perempuan.

Hingga kini, jumlah korban keracunan massal masih terus di perbarui.

Pemprov Jawa Tengah Janji Evaluasi Program MBG

Menanggapi peristiwa tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin mengatakan pemerintah provinsi akan segera melakukan pengecekan dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

“Nanti kita akan cek. Biasanya itu langsung kita cek. Kita lihat bagaimana penanganannya, lalu kita evaluasi MBG-nya,” ujar Gus Yasin saat beritajateng.tv temui di PO Hotel, Kota Semarang, Kamis, 29 Januari 2026.

Ia menegaskan, evaluasi akan terfokuskan untuk menelusuri sumber permasalahan, mulai dari proses pengolahan makanan hingga tahap distribusi.

“Sehingga nanti bisa kita tentukan permasalahannya di mana, apakah dari hulunya, masaknya, atau dari distribusinya,” katanya.

Gus Yasin memastikan pemerintah provinsi akan segera menindaklanjuti kejadian tersebut guna mencegah kasus serupa terulang di kemudian hari.

“Nanti akan dicek,” pungkasnya.

BACA JUGA: Sumber Air Belum Layak, Sejumlah Dapur MBG di Semarang Terkendala Raih Sertifikat SLHS

Terpisah, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PMSA) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Kusno, mengaku baru mendapat kabar keracunan MBG pagi tadi.

“Iya betul [baru dapat kabar pagi tadi],” ujar Kusno saat beritajateng.tv hubungi via WhatsApp Call, Kamis, 29 Januari 2026.

Pihaknya pun langsung mengirimkan tim ke cabang dinas (cabdin) 3 yang menaungi SMAN 2 Kudus. Hingga kini, ia mengaku belum mengetahui makanan apa yang menyebabkan ratusan siswa tersebut mengalami keracunan.

“Nanti cabdin 3 yang akan memberikan informasi, yang lapor ke kami baru bersifat menginformasikan, dan kami sudah mendelegasikan untuk penyelesaian dari cabdin 3. Kami sedang menunggu informasi lebih lanjut,” pungkasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp