“Yang dirujuk ke rumah sakit tidak banyak, sekitar empat siswa. Itu pun karena permintaan orang tua. Selebihnya dapat tertangani di sekolah,” jelasnya.
Para siswa yang ia rujuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di beberapa rumah sakit, di antaranya RST (Rumah Sakit Tentara) Bhakti Wira Tamtama dan RSD KRMT Wongsonegoro (RSWN). Namun pihak sekolah masih mendata kemungkinan adanya siswa lain yang berobat secara mandiri.
Berti menegaskan, hingga kini penyebab munculnya gejala tersebut belum dapat pihaknya pastikan berasal dari makanan MBG. Pemeriksaan laboratorium masih berlangsung sehingga semua pihak masih menunggu hasil resmi.
“Kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya. Sampel makanan sudah di ambil oleh penyedia MBG bersama Dinas Kesehatan untuk pemeriksaan di laboratorium. Yang jelas, fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Tengah, Haris Wahyudi, membenarkan adanya laporan dugaan keracunan yang menimpa siswa SMKN 6 Semarang.
“Benar, kami menerima laporan dari pihak sekolah terkait dugaan keracunan. Ada puluhan siswa yang mengalami diare setelah mengonsumsi MBG,” ujarnya.
Haris mengatakan seluruh siswa yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan medis dari Puskesmas setempat. Siswa dengan kondisi membaik boleh pulang ke rumah, sedangkan pendataan jumlah korban masih terus berjalan.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pastinya. Penanganan terhadap para siswa menjadi prioritas utama,” katanya.
Curiga Lauk Basi dan Beraroma Tak Segar
Salah seorang siswa berinisial DA mengaku sempat mencurigai kualitas salah satu lauk yang tersaji karena memiliki aroma dan rasa yang tidak segar.
“Kalau tadi tahunya sudah agak basi,” ungkapnya.
Ia juga mengaku pada menu MBG sehari sebelumnya sempat menemukan lauk yang kualitasnya mulai menurun.
“Kemarin menunya ayam rendang dan sayur singkong. Menurut saya rasanya juga sudah agak basi,” katanya.
DA mengaku mengalami diare dan mual setelah mengonsumsi makanan tersebut hingga harus bolak-balik ke kamar mandi.





