Gaya Hidup

Rayakan Anniversary ke-7, Power Swing Semarang Ajak Masyarakat Jajal Swing Yoga

×

Rayakan Anniversary ke-7, Power Swing Semarang Ajak Masyarakat Jajal Swing Yoga

Sebarkan artikel ini
Power Swing Semarang
Power Swing Semarang menggelar Swing Yoga untuk masyarakat umum di Power Swing Studio, Grand Candi Hotel Semarang. (Steve Arie/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Power Swing Semarang merayakan ulang tahun ke-7 pada hari Senin. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini di gelar di Power Swing Studio, Grand Candi Hotel Semarang. Jl. Sisingamangaraja No. 16, Semarang.

Dalam perayaan hari jadinya ke-7, Power Swing Semarang mengajak masyarakat untuk mencoba olahraga yang gerakannya merupakan perpaduan dari berbagai macam olahraga lain seperti yoga, pilates, dan gymnastic tersebut.

Mengambil tema “Inversion: Reveal The Secret Recipe of Well-built Spine”, peserta yang hadir di minta untuk melakukan salah satu gerakan swing yoga yang cukup menantang, yaitu inversion.

Sebagai informasi, inversion yaitu gerakan bergelantung pada hammock, dengan posisi kepala berada di bawah.

Ridwan, trainer Power Swing menjelaskan bahwa gerakan inversion memiliki banyak manfaat bagus untuk tubuh.

Selain memperkuat tulang belakang, inversion dapat menambah fleksibilitas tubuh para pelaku swing yoga. Inversion juga memberikan manfaat yang tidak dapat di berikan pada olahraga-olahraga yang berpijak pada tanah.

Ridwan menambahkan apabila di lakukan secara rutin, gerakan inversion dapat membentuk postur tubuh yang ideal dan mengurangi penuaan dini. Hal ini juga sesuai slogannya yaitu ‘love your spine, live longer and be happy’.

Antusias peserta terlihat jelas saat mengikuti kelas inversion ini meskipun mayoritas dari peserta yang hadir adalah pemula yang sedang belajar atau bahkan yang baru pertama kali mengikuti kelas swing yoga.

Daftar Keanggotaan Power Swing Semarang di Grand Candi Hotel

Lidya Vega (25), salah satu peserta menceritakan pengalaman pertamanya mengikuti kelas Power Swing Inversion.

“Melihat peserta lain melakukan gerakan itu kelihatan keren meskipun agak khawatir ya. Takut gagal, takut jatuh. Tapi setelah di bantu coach (Ridwan), ternyata gampang,” jelas
Lidya Vega.

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya merasa bugar setelah menyelesaikan sesi kelas yang berdurasi 60 menit tersebut.