Gaya Hidup

Resmi Jadi Ibu Bhayangkari, Begini Profil Lengkap Febby Rastanty yang Baru Saja Menikah

×

Resmi Jadi Ibu Bhayangkari, Begini Profil Lengkap Febby Rastanty yang Baru Saja Menikah

Sebarkan artikel ini
Febby Rastanty
Febby Rastanty. (foto: instagram/@febbyrastanty)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ramai di sosial media terkait unggahan potret pernikahan salah satu artis cantik Indonesia bernama Febby Rastanty.

Pasalnya, ia menggelar akad nikah secara tertutup pada Sabtu November kemarin, hanya ada keluarga dan kerabat serta kedua mempelai. Dalam unggahan melalui akun instagram resminya, Febby dan sang suami terlihat mengenakan pakaian adat Sunda.

Berikut ini akan beritajateng.tv bagikan informasi seputar profil lengkapnya.

BACA JUGA: Viral Selebgram Diselingkuhi saat Umrah, Intip Profil Siti Septi Ariyanti

Febby Rastanty

Febby Rastanty, yang lahir di Jakarta pada 1 Februari 1996, merupakan putri dari pasangan Rasyid Jayaruddin dan Anice Worang. Ayahnya berasal dari Palembang, sementara ibunya dari Manado. Ia menghabiskan masa kecilnya di ibu kota.

Sejak usia dini, Febby sudah terjun ke dunia hiburan. Pada usia 8 tahun, ia membintangi film Tina Toon dan Lenong Bocah The Movie. Setelah itu, ia mulai aktif bermain sinetron sejak tahun 2005.

Debut sinetronnya dimulai dengan Kumpul Bocah, kemudian disusul dengan Aku Bukan Untukmu. Dengan banyaknya peran yang ia jalani di sinetron, Febby juga meraih popularitas sebagai idola cilik selebriti.

Nama Febby semakin dikenal luas setelah ia menjadi pemeran utama dalam sinetron Putih Abu-Abu yang tayang pada 2012. Sejak saat itu, Febby kerap tampil di televisi dan film.

Selain berkarier di dunia akting, Febby Rastanty juga memiliki kemampuan vokal yang sangat baik, karena ia pernah menjadi penyanyi cilik. Pada usia 15 tahun, ia bergabung dengan girl band Blink.

BACA JUGA: Profil Agus Andrianto, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Kabinet Merah Putih asal Blora

Meskipun sibuk di industri hiburan, Febby tidak melupakan pendidikan. Setelah lulus dari SMA 70 Jakarta, ia melanjutkan studi di Fakultas Hukum, Universitas Indonesia, meski sempat gagal mewujudkan cita-citanya menjadi seorang dokter.