Politik

Resmikan Gedung PCNU Semarang, Gus Yahya Matangkan Agenda Harlah NU dan Muktamar

×

Resmikan Gedung PCNU Semarang, Gus Yahya Matangkan Agenda Harlah NU dan Muktamar

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Tsaquf atau Gus Yahya
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Tsaquf atau Gus Yahya (tengah) usai meresmikan gedung kantor PCNU Kota Semarang. Sabtu. 24 Januari 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Peresmian gedung PCNU Kota Semarang turut terhadiri Ketua PCNU Kota Semarang KH Anashom, jajaran pengurus PBNU, Wakil Wali Kota Semarang, unsur Pemerintah Kota Semarang, serta tokoh masyarakat dan warga NU.

Ketua PCNU Kota Semarang KH Anashom menjelaskan bahwa pembangunan gedung tersebut berawal dari penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) pada Februari 2025 dengan nilai hibah Rp10 miliar. Selain dana hibah, pembangunan juga terdukung partisipasi masyarakat NU.

“Pembangunan kami lakukan secara swakelola agar kualitas bangunan terjaga. Selain hibah, juga ada urunan warga. Kami juga harus membeli lahan di sisi timur gedung,” ujar Anashom.

Ia menyebut pembangunan berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar 10 bulan, dari Februari hingga Desember 2025, sesuai dengan ketentuan pelaporan.

BACA JUGA: Tanggapi Instruksi PCNU Kota Semarang Dukung Prabowo-Gibran, Anies: Lho, Bukannya Harus Netral?

Adapun pemanfaatan gedung ini multifungsi. Basement untuk area parkir, lantai satu untuk ruang pertokoan, Lazismu, musala, dan fasilitas umum. Lantai dua sebagai aula serbaguna yang dapat PCNU maupun masyarakat umum gunakan.

Sementara lantai tiga menjadi pusat perkantoran PCNU, termasuk ruang Rais Syuriyah, Ketua Tanfidziyah, dan lembaga-lembaga NU. Sedangkan lantai empat masih dalam tahap perencanaan dan akan berguna sebagai area usaha penopang operasional gedung.

Peresmian gedung PCNU Semarang ini menjadi penanda kesiapan NU di tingkat daerah untuk mengambil peran lebih luas dalam pelayanan sosial, keagamaan, dan kebangsaan, seiring langkah PBNU mematangkan agenda strategis menuju muktamar dan Harlah NU abad kedua. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp