SEMARANG, beritajateng.tv – Sejarah perkeretaapian Indonesia tak bisa terlepaskan dari Kota Semarang. Kota pelabuhan di pesisir utara Jawa ini teryakini kuat sebagai titik awal hadirnya kereta api pertama di Hindia Belanda.
Meski sempat memunculkan perdebatan panjang soal lokasi pastinya, hasil penelusuran sejarah dan bukti lapangan mengarah pada satu kesimpulan, stasiun pertama di Indonesia berada di kawasan Spoorlaan, yang kini dikenal sebagai Jalan Sporland, Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur.
Salah satu pemerhati sejarah perkeretaapian, Tjahjono Rahardjo mengungkapkan bahwa hampir semua peneliti sepakat Semarang adalah kota kelahiran industri kereta api di Indonesia.
Namun, perbedaan pendapat muncul ketika membahas stasiun mana yang paling awal. Selama bertahun-tahun, nama Stasiun Kemijen dan Semarang Gudang kerap disebut. Padahal, keduanya bukanlah stasiun pertama.
“Stasiun Kemijen itu berada di jalur milik perusahaan yang datang belakangan, sementara perusahaan kereta api pertama adalah NIS (Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij). Jadi tidak mungkin Kemijen menjadi stasiun pertama,” ujarnya saat beritajateng.tv temui di Gedung Manod Kota Lama pada Jumat, 23 Januari 2026.
Terkuak Lewat Peta Lama dan GPS
Titik terang muncul berkat penelitian mendalam bersama akademisi Undip sekitar awal 2000-an Dengan menggabungkan peta-peta kolonial lama dan data historis, ia menemukan koordinat yang teryakini sebagai lokasi stasiun awal. Penelusuran lapangan menggunakan GPS pun terlaksana bersama sejumlah pemerhati sejarah.
BACA JUGA: Ajak Mawas Diri Lewat Talkshow dan Sosialisasi Pencegahan Pelecehan Seksual di Stasiun Kereta Api
Hasilnya mengejutkan. Di titik tersebut masih berdiri bangunan tua dengan kondisi memprihatinkan. Tjahjono menyebutkan ada seorang sesepuh setempat yang membenarkan bahwa bangunan itu dulunya adalah stasiun. Ia bahkan menunjukkan sisa-sisa fisik seperti pintu, lubang ventilasi, hingga bekas brankas.
“Pak Ramlan namanya, sekarang beliau sudah meninggal. Beliau menunjukkan elemen bangunannya persis seperti yang ada di foto-foto lama stasiun pertama. Ini menguatkan bahwa di sinilah stasiun awal itu berdiri,” jelas Tjahjono.





