JatengOlahraga

Ricuh Suporter PSS Sleman vs PSIS Semarang di Jatidiri, Kapolda Jateng: Ini Jomplang dengan U-17 di Solo

×

Ricuh Suporter PSS Sleman vs PSIS Semarang di Jatidiri, Kapolda Jateng: Ini Jomplang dengan U-17 di Solo

Sebarkan artikel ini
ahmad luthfi kapolda jateng | Kecelakaan Lalu Lintas Jateng
Kapolda Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri Forkopimda di Gradhika Bhakti Praja, Selasa, 5 Desember 2023. (Foto: Dok. Pemprov Jateng)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kapolda Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyinggung kerusuhan suporter klub bola asal Kota Semarang, PSIS dan klub bola DI.Yogyakarta, PSS Sleman yang terjadi usai pertandingan di Stadion Jatidiri pada Minggu 3 Desember 2023 lalu.

Kerusuhan suporter PSIS Semarang dan PSS Sleman itu ia sampaikan dalam Rakor Forkopimda Kondusivitas Natal dan Tahun Baru yang berlangsung di Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa 5 Desember 2023 sore.

Bahkan, pihaknya membandingkan dengan Operasi Aman Bacuya 2023 yang berlangsung pada 10 November 2023 hingga 4 Desember 2024. Adapun operasi itu bertujuan untuk mengamankan gelaran Piala Dunia U-17 di Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah.

Saat membuka sambutannya, Luthfi pun mengapresiasi terlebih dahulu terhadap jajarannya yang telah menyukseskan jalannya operasi Aman Bacuya 2023. Bahkan, pihaknya merasa bangga lantaran pertandingan U-23 membuat Jateng, khususnya Surakarta, mendapat apresiasi dari semua pihak.

BACA JUGA: Pasca Insiden Kericuhan Suporter PSIS Kontra PSS Sleman, Polrestabes Semarang Periksa 13 Saksi

“Polda Jateng melakukan operasi tumpang tindih terus menerus, ada Operasi Aman Bacuya. Sepak bola internasional dan sudah mendapat apresiasi Presiden RI, Presiden FIFA, termasuk para pelari internasional, tepuk tangan pada wilayah keamanan Solo yang telah mengamankan U-17,” ujar Luthfi.

Kerusuhan suporter PSIS vs PSS di GOR Jatidiri

Kendati demikian, pihaknya menyinggung kerusuhan antar suporter PSIS Semarang dan PSS Sleman yang terjadi di GOR Jatidiri beberapa hari usai U-17 berlangsung. Menurutnya, kondisi kedua pertandingan sepak bola itu, meskipun sama-sama di Jawa Tengah, namun terkesan tak sebanding.

“Begitu operasi Bacuya Aman U-17 selesai, kita pertandingan di Jatidiri rusuh (suporter PSIS Semarang dan PSS Sleman). Jadi jomplang ini,” ujar Luthfi.

Luthfi menuturkan, kejadian ini menjadi pembelajaran bagi Kasatwil, Kapolres, hingga para bupati/walikota agar tetap mengacu pada Perpol Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pengamanan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga.

“Ini agar Perpol Nomor 10 secara terus-menerus bisa sebagai landasan kita. Internasional saja aman, lokal ini tukeran, piye jal (terus bagaimana)?,” bebernya.

Bahkan, untuk pertandingan sepak bola selanjutnya, Luthfi menyebut tak usah menyertakan penonton untuk meminimalisir kericuhan. Pihaknya menurutkan, Piala Soeratin menjadi PR lanjutan yang harus ia kerjakan.

BACA JUGA: Laga PSIS Kontra PSS Ricuh, Yoyok Bakal Rilis Sistem Ticketing Terintegrasi

“Ini pelajaran kita bersama, kita perlu duduk bersama menyikapi kegiatan. Mendatang ada Piala Soeratin, tempatnya sama di Jatidiri. Kalau tidak salah tanpa penonton, wes ra usah (sudah tidak usah) tanpa penonton biar tidak rusuh,” tandasnya.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp