“Gunakan APD saat menanganani pasien, karena Covid-19 bisa berasal dari mana saja, baik dari rumah pasien maupun dari rumah sakit itu sendiri” ucapnya.
Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp. S., MARS., MH., menambahkan bahwa TMS merupakan salah satu modalitas neuromodulasi dalam bidang neurorestorasi untuk digunakan sebagai penelitian dalam memberikan pelayanan kepada penderita penyakit Stroke.
Pengetahuan dan keterampilan tentang penggunaan TMS dinilai sangat penting guna menentukan parameter dan protokol terapi maupun safety.
“TMS menjadi hal penting untuk mendukung kualitas layanan klinik maupun rumah sakit dalam menangani penderita penyakit Stroke karena resiko disabilitas mungkin terjadi karena terlambatnya mendapatkan penanganan medis”
Selaras dengan narasumber sebelumnya, dr. Lisa Nurhasanah, MKK., Sp. KFR, rehabilitasi kepada penderita penyakit Stroke juga harus terus dilakukan guna mendukung proses pemulihan pasien agar lebih optimal.
“Pasien stroke boleh dipijat tetapi hanya pijat relaksasi namun tetap disertai terapi latihan” ujarnya. (Ak/El)





