JAKARTA, beritajateng.tv – DPRD Jateng memberikan sejumlah pertimbangan dalam penyusunan Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah atau RTRW Provinsi Jawa Tengah tahun 2023-2043. Salah satunya masih adanya ketimpangan antar wilayah di Jateng seperti hinterland pusat kegiatan nasional masih terpusat di salah satu wilayah pembangunan. Salah satunya pada wilayah Kedungsepur (Kendal-Demak-Ungaran-Salatiga-Semarang-Purwodadi).
Ketua DPRD Jateng Sumanto mengatakan terdapat sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) pada sejumlah wilayah. Ia mencontohkan Jalan Tol Semarang-Demak, Jalan Tol Solo-Yogyakarta, KEK Kendal, KSPN Borobudur, dan KIT Batang. Namun pada beberapa daerah Jateng lainnya tidak ada PSN. Misalnya di Banyumas Raya dan Pati Raya.
BACA JUGA: DPRD Jateng Bentuk Pansus Raperda RTRW
Hal itu dikatakan Sumanto saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektor Penyusunan RTRW Provinsi Jawa Tengah di Hotel Le Meridien Jakarta, Selasa 2 April 2024.
“Banyaknya Proyek Strategi Nasional yang ada seharusnya membuat ada upaya RTRW menangkap potensi dari adanya PSN untuk kemajuan pengembangan ekonomi di sekitarnya,” ujar mantan Ketua DPRD Karanganyar tersebut.
Ia menambahkan, selama ini limitasi pengembangan kawasan perkotaan sudah terlampaui. Perkotaan besar sebagian besar berada pada sepanjang pantura yang saat ini mengalami penurunan kualitas lingkungan akibat bencana dan kerusakan lingkungan.
“Dalam RTRW Ini perlu upaya pengendalian pertumbuhan di wilayah Pantura serta dapat menciptakan pusat pertumbuhan baru,” ungkapnya.
BACA JUGA: DPRD Jateng Apresiasi TNI-Polri Jaga Keamanan dan Kenyamanan Pemudik
Ketua DPRD Jateng Sumanto menambahkan, kawasan tengah Provinsi Jawa Tengah cenderung berupa kawasan lindung sehingga pengembangannya sulit. Pengembangan selama ini cenderung di kawasan Pantura dan Pansela. Ia berharap adanya RTRW mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di kawasan tengah Jawa Tengah, tanpa mengurangi daya dukung lingkungan.
Menurut Sumanto, kawasan lahan kritis terus bertambah, dan menurunkan daya dukung lingkungan. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko bencana di Jawa Tengah. Ia berharap ada upaya RTRW untuk meningkatkan ketahanan terhadap bencana, terutama bencana oleh perubahan iklim.





