Jateng

Rupiah Melemah, Harga Material Bangunan di Blora Naik hingga 20 Persen, Daya Beli Masyarakat Menurun

×

Rupiah Melemah, Harga Material Bangunan di Blora Naik hingga 20 Persen, Daya Beli Masyarakat Menurun

Sebarkan artikel ini
Material Blora
Jaedun, salah satu pemilik toko bangunan di Blora, menunjukkan bahan bangunan yang naik hingga 20 persen. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tv – Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah mulai berdampak pada harga sejumlah material bangunan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Blora. Sejumlah bahan bangunan yang sebagian besar masih bergantung pada bahan baku impor mengalami kenaikan harga hingga 20 persen dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut ԁikeluhkan para pelaku usaha material bangunan karena berdampak langsung pada menurunnya daya beli masyarakat. Sejumlah konsumen memilih menunda pembangunan maupun renovasi rumah akibat biaya yang semakin tinggi.

Salah satu pengusaha material bangunan di Blora, Jaidun, mengatakan kenaikan harga terjadi pada berbagai jenis material, mulai dari besi, semen, cat, paku hingga pipa paralon. Menurutnya, kenaikan harga ԁipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berdampak pada biaya impor bahan baku.

BACA JUGA: Bagi-bagi Puluhan Kilogram Lele, Forikan Blora Gencarkan Gemar Makan Ikan, Ibu Hamil dan Balita Jadi Prioritas

“Material yang berkaitan dengan bahan baku impor mengalami kenaikan cukup signifikan. Kondisi ini membuat pembelian dari masyarakat menurun ԁibanding sebelumnya,” ujarnya.

Selain memengaruhi pelaku usaha, kenaikan harga material juga ԁirasakan langsung oleh masyarakat yang sedang membangun atau memperbaiki rumah.

Salah seorang warga, Dian Wahyu, mengaku harus menyesuaikan anggaran pembangunan akibat harga kebutuhan konstruksi yang terus naik.

BACA JUGA: Jaga Akurasi-Tertib Administrasi Kepemiluan, Bawaslu Blora Minta Parpol Aktif Perbarui Data Pengurus dan Alamat Kantor

“Biaya pembangunan menjadi lebih besar dari perencanaan awal karena hampir semua material mengalami kenaikan harga,” katanya.

Pelaku usaha menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena sektor konstruksi memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor ekonomi lainnya, mulai dari perdagangan, jasa hingga tenaga kerja.

Masyarakat berharap pemerintah dapat mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan dampak kenaikan harga barang impor agar tidak semakin membebani dunia usaha maupun masyarakat. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp