Ia menambahkan bahwa pelemahan rupiah juga berdampak pada kebijakan fiskal. Pasalnya, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terdapat asumsi nilai tukar dolar yang menjadi dasar perhitungan berbagai pos anggaran.
“Dalam APBN itu kan ada asumsi nilai tukar dolar. Kalau sekarang sudah di atas itu berarti budget-nya juga ikut naik,” ujarnya.
Strategi Pemerintah Menjaga Stabilitas Rupiah
Untuk menghadapi tekanan terhadap rupiah, Esther menyarankan pemerintah memperkuat penerimaan devisa dalam bentuk dolar AS.
“Strateginya pemerintah harus generate income dalam bentuk US dolar lebih banyak,” ujarnya.
Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan kunjungan wisatawan asing. Ia mencontohkan Turki yang memungkinkan transaksi menggunakan beberapa mata uang seperti dolar AS, euro, dan mata uang lokal.
BACA JUGA: Semangat Ibu-ibu PKK Semarang Ubah Minyak Jelantah Jadi Rupiah Lewat U-Collect Pertamina
Selain itu, pemerintah juga disarankan menerapkan strategi lindung nilai atau hedging dalam kontrak perdagangan internasional.
“Misalnya mematok nilai tukar dolar Rp16.000 dalam kontrak ekspor-impor,” jelasnya.
Langkah lain adalah mengurangi ketergantungan transaksi menggunakan dolar AS dengan memanfaatkan mata uang negara mitra dagang.
“Kalau impor dari China bisa menggunakan yuan, jadi tidak selalu menggunakan US dolar,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





