Jateng

Saat Penemuan Mayat, Reservoir Siranda Hanya Sedalam 2 Meter, PDAM: Menandakan Tak Beroperasi

×

Saat Penemuan Mayat, Reservoir Siranda Hanya Sedalam 2 Meter, PDAM: Menandakan Tak Beroperasi

Sebarkan artikel ini
Menang di PTUN, Direksi PDAM Semarang Periode 2024-2029 Minta Pemulihan Jabatan
Jajaran Direksi PDAM Tirta Modal Semarang Periode 2024-2029. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kondisi air di Reservoir Siranda Semarang saat penemuan mayat terjadi berada dalam kedalaman 2 meter. Hal ini menandakan bahwa memang Reservoir Siranda tidak beroperasi.

“Saat penemuan korban, itu cuma di kedalaman air pada angka 2 meter. Itu menandakan bahwa memang reservoir itu tidak kami fungsikan,” papar Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Moedal Semarang, Yudi Indardo.

Menurut Yudi, saat Reservoir Siranda berfungsi, air dalam tandon berada di kedalaman 5 meter.

“Pada saat penemuan jasad memang 2 meter. Kenapa enggak kita kosongkan? Karena bangunan air itu tidak memungkinkan. Kalau sampai kosong, nanti bangunan akan retak-retak dan bocor. Jadi harus tetap di sisakan air di batas ketinggian minimal,” jelasnya.

BACA JUGA: Tenang! Tak Ada Sari-sari Mayat, Reservoir Siranda Hanya Cadangan, Dipakai Terakhir 5 Juli 2025

Ia memastikan bahwa air bersih yang dikonsumsi masyarakat, berasal dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tirta Gajah Mungkur (TGM).

“Jadi, kami ingin menggaransi para pelanggan, bahwa 2 minggu kejadian tidak memfungsikan Reservoir Siranda. Korban hilang pada akhir Juli, dan baru ketemu 16 Agustus. Berarti selama 2 minggu itu memang reservoir tidak beroperasi, karena operasional terakhir 5 Juli 2025,” terang dia.

Bahkan, lanjut Yudi, setelah adanya temuan jasad itu, PDAM langsung menguras dan mendisinfektan Reservoir Siranda.

“Kami sudah lakukan pembersihan dan disinfektan murni. Memang saat ini airnya kami naikkan karena ingin disinfektan air yang terkontaminasi,” imbuhnya.

Tak hanya itu, PDAM juga melakukan test lab untuk memastikan air bersih yang masuk ke dalam reservoir Siranda sebagai backup system.

Yudi menyayangkan, masih banyak masyarakat yang salah persepsi dan mengira lokasi penemuan mayat berasal dari tandon aliran air yang mereka konsumsi.

“Mereka warga Timur di medsos menanyakan gimana air kok bikin gatel-gatel. Padahal airnya tidak sampai sana. Reservoir Siranda itu backup air bersih Simpang Lima, Pandanaran dan sekitarnya saja,” katanya.