“Keadaan semakin mengkhawatirkan karena aturan bersama mulai dirobohkan bahkan dirusak. Ini terjadi di Mahkamah Konstitusi. Pemaksaan penutupan saluran suara dan sebagainya. Jika ini terus terjadi pada Pilpres mendatang, itu bisa menjadi situasi yang tegang,” ujar Goenawan.
“Harus ada pihak yang menang, tetapi kemenangan itu akan hampa. Kemenangan yang didasarkan pada legitimasi, bukan legalitas, apa pun itu, akan cacat. Dan cacat akan terbawa terus sehingga politik tidak berlangsung sehat” tandasnya.
Sementara itu, tujuan beberapa tokoh dari Majelis Permusyawaratan Rembang menyambangi Gus Mus ialah untuk menyampaikan keresahan mereka tentang dinamika politik menjelang Pilpres.
Sejumlah tokoh kenamaan dari Eks Menteri Agama Lukman Hakim, Erry Riyana Hardjapamekas, Omi Komaria Madjid, Romo Benny, hingga menantu Gus Mus, Wahyu Salvana, pun turut hadir. (*)




