Jateng

Sambut Bulan Ramadan, Warga Ramai-Ramai Cuci Karpet dan Tikar Masjid di Wisata Kali Muncul

×

Sambut Bulan Ramadan, Warga Ramai-Ramai Cuci Karpet dan Tikar Masjid di Wisata Kali Muncul

Sebarkan artikel ini
Kali Muncul
Sejumlah pengunjung mencuci karpet masjid di kompleks Wisata Kali Muncul, Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Minggu, 23 Februari 2025. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

UNGARAN, beritajateng.tv – Sepekan menjelang datangnya bulan suci Ramadan, ada pemandangan unik di kompleks Wisata Kali Muncul, Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Di kawasan wisata aliran sumber mata air ini, akan jamak terlihat pemandangan rombongan remaja dan takmir masjid yang bergotong-royong mencuci karpet maupun tikar masjid.

Mereka bukan saja remaja dan takmir masjid yang ada di wilayah Kecamatan Banyubiru, melainkan juga dari berbagai kecamatan lain di sekitarnya, bahkan dari wilayah Kota Salatiga pula.

Sehingga, sejak pagi hingga sore, kawasan Wisata Kali Muncul ini menjadi lebih ramai dari biasanya. Yakni, karena aktivitas mencuci karpet dan tikar seperti halnya pada Minggu, 23 Februari 2025 kemarin.

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Robohkan Menara Masjid di Ungaran Semarang, Tak Ada Korban Jiwa

Menurut penjaga loket Wisata Kali Muncul, Sutinah (51), pekan terakhir menjelang bulan puasa akan menjadi puncak rombongan remaja masjid dan takmir untuk mencuci karpet maupun tikar masjid atau musala.

Mereka bahkan mulai berdatangan sejak pagi dan akan silih berganti hingga sore hari. Biasanya, karpet-karpet dan tikar-tikar itu terangkut dengan mobil pikap berikut rombongan remaja maupun takmir masjidnya.

Rombongan sejenis tak hanya berasal dari wilayah Kecamatan Banyubiru, Bawen, Ambarawa, Bandungan, dan sekitarnya.

“Bahkan, ada juga yang datang dari wilayah Blotongan dan sejumlah wilayah lain di Kota Salatiga,” jelas Sutinah saat beritajateng.tv konfirmasi di kompleks Wisata Kali Muncul.

Wisata Kali Muncul sering jadi lokasi cuci karpet masjid

Wisata Kali Muncul, lanjut Sutinah, memang menjadi salah satu lokasi tujuan untuk mencuci karpet, tikar, dan perlengkapan masjid lainnya. Sebab, air sungainya amat bersih, jernih, dan langsung dari sumber mata air.

Selain itu, untuk masuk ke sana pun terjangkau. Hanya perlu biaya tiket masuk sebesar Rp3.000 perorang, dan berapa pun jumlah karpet dan tikar yang dicuci tidak dihitung.

“Misalnya rombongan remaja masjid datang sembilan orang, hanya kena sembilan kali Rp3.000 sesuai harga tiket pengunjung yang lain,” jelasnya.

Mansyur Rodin (50), salah satu takmir masjid Darul Huda, Dusun Legoksari, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, menyebut kebersihan perlengkapan masjid sangat diutamakan menjelang bulan suci Ramadan.

BACA JUGA: Belum Nemu Jodoh? Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Buka Program Golek Garwo, Begini Persyaratannya

Hal itu, kata Mansyur, bertujuan agar berbagai aktivitas dalam rangka menyemarakkan bulan penuh berkah di tempat ibadah yang ada di lingkungannya bakalan semakin nyaman.

Dengan membawa mobik pikap, ia membawa rombongan remaja masjid untuk mencuci karpet di kawasan Wisata Kali Muncul pada Minggu pukul 09.00 WIB.

Selepas proses pencucian selesai, ia lantas membawanya pulang kembali ke Legoksari. Dan pihaknya pun tinggal menjemur karpet serta tikar yang telah tercuci tersebut.

“Sehingga sebelum hari pertama Ramadan, semuanya sudah siap pasang kembali di masjid,” jelas Mansyur. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp