SEMARANG, beritajateng.tv – Perdebatan terkait mie instan untuk kesehatan tubuh tampaknya tak pernah berujung.
Banyak orang yang menganggap mie instan berbahaya dan tidak baik untuk tubuh. Namun di sisi lain, ada pula menanyakan bukti penelitian yang menyebut mie instan berbahaya.
Berbagai mitos beragam tentang mie instan pun tak jarang orang jadikan bahan pembicaraan.
Salah satu mitos paling terkenalnya adalah mie instan yang berbahaya karena mengandung lilin.
Lantas, apakah benar mie instan berbahaya karena mengandung lilin?
Baru-baru ini viral sebuah video di media sosial yang menunjukkan Dokter Tirta Mandira Hudhi, seorang dokter sekaligus influencer kesehatan, membahas hal tersebut.
BACA JUGA: Pertama di Semarang, Rappa Noodle Bar Hadirkan Sensasi Makan Mie Instan ala Drakor
Dalam sebuah podcast bersama Samuel Christ, Dokter Tirta menyebut bahwa mie instan tidak seberbahaya yang sering orang katakan.
Bahkan, tanpa ragu, ia menantang orang yang bisa menunjukkan jurnal ilmiah yang membuktikan bahaya mie instan.
Samuel Christ kemudian menanyakan mitos yang beredar di masyarakat bahwa mi instan mengandung lilin.
Dokter Tirta langsung menolak klaim tersebut dan menjelaskan bahwa jika kita ingin menyebut suatu makanan berbahaya, kita harus bisa menjelaskan apa yang membuat makanan itu berbahaya.
“Nggak juga! Sekarang ta tanya, orang bilang mi instan bahaya, oke bahayanya apa? Semua netizen bilang mi instan bahaya, ta tantang bahayanya apa?” tantang Dokter Tirta, seperti beritajateng.tv kutip dari akun X @hai_aldiy, Sabtu 21 September 2024.
Kandungan gizi mie instan
Dalam argumennya, Dokter Tirta menyebut bahwa mie instan hanya mengandung karbohidrat yang fungsinya untuk sumber energi saja.
“Oke, mi instan itu nggak ada gizinya, jadi nggak ada proteinnya. Minimal itu cuma karbo dari tepung dan kasih bumbu. Bumbunya natrium,” ucapnya. Namun, ia juga menambahkan bahwa mi instan bisa menjadi sumber gizi yang lebih baik jika dikombinasikan dengan bahan lain.
Misalnya, menambahkan sayuran, telur, atau daging dapat meningkatkan nilai gizinya.
“Mi instan ini tujuannya digunakan untuk survival (bertahan hidup). Ternyata dari penelitian jika mi instan dimakan menggunakan sayur, telur, daging… ya ada gizinya lah,” tegasnya.
BACA JUGA: 4 Kesalahan Besar Saat Sahur, Salah Satunya Makan Mie Instan!
Mie instan yang berbahaya jika dikonsumsi berlebihan.
Ia memberikan contoh ekstrem, yakni jika seseorang mengonsumsi 10 bungkus mi instan setiap hari selama bertahun-tahun, hal itu tentu dapat berdampak buruk pada kesehatan.
“Kalau kamu makan mi instan terus-terusan selama 10 tahun dengan sehari 10 mi instan, ya… tensimu akan naik sistolnya. Kuat kamu makan sehari 10 mi instan nggak selama 10 tahun?” jelasnya. (*)





