Politik

Sempat Gaungkan Ganjar Jadi Capres, Ini Tanggapan PAN Jateng yang Kini Berkoalisi Dukung Prabowo

×

Sempat Gaungkan Ganjar Jadi Capres, Ini Tanggapan PAN Jateng yang Kini Berkoalisi Dukung Prabowo

Sebarkan artikel ini
PAN Prabowo Subianto
Ketua Umum Partai Golkar, PAN, PKB, dan Gerindra berkoalisi mendukung Prabowo Subianto sebagai capres pada Pemilu 2024 di Museum Naskah Proklamasi, Jakarta, Minggu, 13 Agustus 2023. (Foto: Antara)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dukungan Partai Amanat Nasional (PAN) kepada Bacapres Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto sontak membuat kaget publik.

Sebelumnya, DPW PAN Jawa Tengah (Jateng) mendeklarasikan dukungannya terhadap Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebagai Capres usungan PDI Perjuangan pada Desember 2022 lalu.

Bahkan, Ganjar sempat menghadiri Rakor DPW PAN Jateng di Hotel Grasia, Kota Semarang, pada Jumat, 2 Desember 2022 silam.

Terkait perubahan arah dukungan ini, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Wahyudin Noor Aly menyinggung dinamisnya dunia politik. Dukungan kepada Prabowo Subianto pun ia klaim telah melalui proses yang sangat panjang.

BACA JUGA: Resmi Gabung ke Koalisi Prabowo Subianto, PAN Jateng Nantikan Nama Cawapres

“Ya kalau kami dari DPW Jateng, bahwa seperti apa prosesnya itu juga sudah beberapa kali ketua kita lakukan. Itu tadi yang namanya politik sangat dinamis,” ucap Wahyudin saat dihubungi via telepon, Selasa, 15 Agustus 2023.

Saking dinamisnya, pihaknya mengaku tak dapat memprediksi arah politik ke depannya bakal bagaimana. Termasuk berpalingnya dukungan terhadap Ganjar itu. Ia mengaitkan nama Mahfud MD pada Pilpres 2019 yang publik gadang-gadang sebagai Cawapres Jokowi.

“Kita sendiri kadang tidak bisa di-predict (diprediksi). Tadi kan pernah sejarahnya Pak Mahfud MD (diduga menjadi Cawapres Jokowi), tapi 15 menit sebelum pendaftaran saja bisa berubah,” ucapnya.

Tak perlu baper hadapi Pilpres mendatang

Atas perubahan yang sangat mungkin terjadi, Wahyudin mewanti-wanti masyarakat dan seluruh pihak lain untuk tidak ambil perasaan atau ‘baper’ dalam kontestasi Pilpres mendatang. Terlebih, esensi utama Pilpres baginya yakni memilih Capres yang bisa membuat keadaan masyarakat jadi lebih baik.

“Jangan baper ajalah di Pilpres, karena semuanya masih bisa banyak berubah. Pilpres sangat dinamis banget, bergantung kepentingannya apa. Yang paling penting bagaimana korelasi Pilpres ketika ada perubahan bisa ditunjukkan ke masyarakat untuk yang lebih baik aja,” ucapnya.