Jateng

Sempat Tarik Kaki Wartawan di Semarang Hingga Terjatuh, Ajudan Nana Sudjana Minta Maaf Terbuka

×

Sempat Tarik Kaki Wartawan di Semarang Hingga Terjatuh, Ajudan Nana Sudjana Minta Maaf Terbuka

Sebarkan artikel ini
Represif Wartawan
Ajudan Pj Gubernur Jawa Tengah, Tri Antoro (tengah), usai meminta maaf kepada wartawan JPNN.com, Wisnu Indra Kusuma, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis, 17 Oktober 2024. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ajudan Pj Gubernur Jawa Tengah, Tri Antoro, akhirnya meminta maaf secara terbuka usai sebelumnya melakukan tindakan represif terhadap seorang wartawan JPNN.com di Kota Semarang, Wisnu Indra Kusuma.

Sebelumnya, Wisnu mengalami tindakan represif saat wawancara doorstop dengan Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, usai acara Rakernas ASKOMPSI di Hotel Patra Jasa Kota Semarang, Kamis, 26 September 2024 lalu. Tri Antoro menarik kaki Wisnu saat ia bertanya kepada Nana soal PPDS anestesi Undip.

Permohonan maaf Tri Antoro disampaikan di area Kantor Gubernur Jawa Tengah dan disaksikan puluhan wartawan lainnya. Saat itu Tri dalam pendampingan Kabag Humas dan Protokol Biro Umum Setda Provinsi Jawa Tengah, Dicky Adinurwanto.

BACA JUGA: Pj Nana Sudjana Komentari Video Viral Tolak Jabat Tangan Andika Perkasa: Sebelumnya Sudah Salaman

Sementara itu, Wisnu Indra Kusuma selaku korban atas dampingan Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah, Zainal Abidin Petir, dan Koordinator Bidang Advokasi Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Kota Semarang, M. Dafi Yusuf.

“Saya selaku pribadi memohon maaf kepada Mas Wisnu dan tentu rekan rekan wartawan atas kejadian yang berlangsung pada saat bertugas di Hotel Patra Jasa,” ujar Tri Antoro di hadapan puluhan wartawan.

Pengakuan ajudan Pj Gubernur Jawa Tengah yang berlaku represif terhadap wartawan

Tri mengatakan, tidak ada niat sedikitpun untuk melukai Wisnu dan tidak bermaksud menghalang-halangi wartawan yang betugas mencari dan memeroleh informasi. Kejadian ini akan menjadi evaluasi dan pembelajaran khususnya baginya sendiri.

“Saya mohon maaf kepada Mas Wisnu secara pribadi. Dan tentunya ini akan menjadi evaluasi bagi kami dalam melaksanakan tugas selanjutnya untuk lebih berhati-hati,” bebernya.

Tri berharap, permohonan maaf sekaligus pertemuannya dengan puluhan wartawan Kota Semarang itu bisa menjadi pembelajaran.

“Dalam pertemuan ini harapannya kita dapat menjalin persaudaraan yang lebih baik, membuka komunikasi yang lebih baik ke depannya agar tercipta keselaraan dalam bertugas,” imbuh Tri Antoro.

BACA JUGA: Update Kasus Kekerasan ke Jurnalis, AJI Kota Semarang & PWI Jateng Somasi Pj Gubernur dan Ajudan

Pada kesempatan itu, Wisnu menerima permohonan maaf Tri Antoro. Ia menjelaskan bahwa wartawan tidak memiliki itikad buruk terhadap Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana. Apa yang wartawan lakukan adalah bagian dari tugasnya mencari informasi.

“Kita sebagai jurnalis, insan pers atau wartawan, kalau meliput kita gak mungkin melukai pimpinan. Kita hanya bekerja mencari informasi dan mengkonfifmasi ke beliau dalam hal ini Pak Nana Sudjana,” ungkap Wisnu.

Sementara itu, Koordinator Bidang Advokasi AJI Kota Semarang, M. Dafi Yusuf, mengapresiasi permintaan maaf Tri kepada Wisnu. Dia menekankan, jurnalis dalam menjalankan tugasnya dalam lindungan UU dan tindakan menghalang-halangi jurnalis merupakan pelanggaran.

“Untuk itu menghalangi-halangi jurnalis dalam memperoleh informasi termasuk pelanggaran. Kami juga berharap kejadian ini bisa menjadi evaluasi bersama bahwa ketika kita wawancara beliau hanya untuk mengkonfirmasi kebenaran suatu peristiwa,” ujar Dafi. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp