Peristiwa

Sempat Tertutup Material Longsor, Jalan Utama Desa Wirogomo Kabupaten Semarang Sudah Bisa Dilewati

×

Sempat Tertutup Material Longsor, Jalan Utama Desa Wirogomo Kabupaten Semarang Sudah Bisa Dilewati

Sebarkan artikel ini
longsor wirogomo
Jalan utama menuju Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang yang sempat tertutup material longsor, Sabtu, 17 Mei 2025. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Akses jalan utama menuju Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang yang sempat tertutup material longsor sudah bisa sepeda motor lalui.

Material berupa tanah, bebatuan, dan batang pohon yang sebelumnya menutup jalan hingga sekitar 50 meter pun sudah dibersihkan.

Meski begitu, pengendara sepeda motor yang akan mengakses jalan ini harus ekstra hati-hati. Sebab, kondisi jalan masih cukup licin. Selain itu, khawatirnya juga masih terjadi longsor susulan.

Di lokasi masih tampak sejumlah warga yang bergotong-royong membersihkan sisa-sisa material tanah di permukaan aspal. Mereka tampak memecahkan batu yang sebelumnya ikut terbawa longsor dan masih berada sekitar badan jalan.

BACA JUGA: Hujan Deras Picu Longsor di Bongsari Semarang, Rumah Warga Tertimpa Talut Ambrol

Bariyanto (52), salah satu warga Desa Wirogomo, menuturkan, pada Jumat, 16 Mei 2025 sore, tebing setinggi 70 meter longsor dan materialnya menutup badan jalan. Sehingga, akses jalan ini tertutup sejak peristiwa longsor terjadi.

Upaya pembersihan material longsor telah warga lakukan bersama para relawan didukung alat berat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang sejak Jumat petang.

“Sekarang tinggal pembersihan sisa-sisa tanah,” ungkapnya, Sabtu, 17 Mei 2025.

Longsor ketiga di Desa Wirogomo

Bariyanto menambahkan, longsor itu merupakan ketiga kalinya selama musim penghujan tahun ini dan juga lebih parah dari dua peristiwa serupa sebelumnya. Pasalnya, insiden kali ini sampai menutup akses jalan utama Desa di wilayah Dusun Keningar.

Pada Jumat sore, longsor terjadi lantaran hujan dengan intensitas deras dan berlangsung sejak siang hari. Dengan kondisi cuaca yang masih tak menentu, warga telah diimbau untuk senantiasa waspada terhadap potensi longsor susulan.

BACA JUGA: Tragedi Longsor Brown Canyon: Satu Tewas, Legalitas Tambang Masih Tanda Tanya

Kendati sudah bisa sepeda motor lalui, sebisa mungkin menjari jalan alternatif guna menghindari bahaya longsor susulan. Khususnya, jika ada batuan yang longsor dari atas tebing bakalan sangat membahayakan.

“Karena ini merupakan jalan atau akses untuk aktivitas warga, sementara jalan alternatif lain yang ada kondisinya kurang bagus. Sehingga kalau melintas harus ekstra hati-hati,” tegas Bariyanto kepada awak media di sela kegiatan gotong-royong pembersihan sisa tanah. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp