Jateng

Sensus Ekonomi 2026, BPS Jateng Targetkan UMKM dan Konten Kreator

×

Sensus Ekonomi 2026, BPS Jateng Targetkan UMKM dan Konten Kreator

Sebarkan artikel ini
bps jawa tengah
Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said saat ditemui di kantornya. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tvSensus Ekonomi (SE) 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah akan mulai pada Mei-Agustus mendatang. SE ini menyasar seluruh kegiatan usaha, mulai dari skala mikro hingga besar, termasuk pelaku ekonomi digital seperti penjual online dan konten kreator.

Di Jawa Tengah, BPS mencatat sudah ada sekitar 4,9 juta unit usaha dalam database awal. Namun jumlah tersebut perkiraannya akan bertambah seiring pendataan langsung di lapangan, termasuk usaha berbasis rumah tangga yang sebelumnya belum terdata.

BACA JUGA: Sambut Kawasan Pariwisata Strategis ‘BOKOR’ Pemkot Salatiga Usung Konsep Giant Rest Area

Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said mengatakan sensus kali ini juga menjangkau pelaku ekonomi digital seperti penjual online, YouTuber, hingga TikToker yang memiliki pendapatan.

“Semua usaha akan didata, baik warung kecil, pedagang kaki lima, sampai usaha besar. Termasuk aktivitas ekonomi digital selama menghasilkan pendapatan,” jelas Ali saat ditemui di kantornya baru-baru ini.

Menggali Potensi Ekonomi Hijau dan Digital

Selain memotret struktur ekonomi, SE 2026 juga akan menggali aspek ekonomi hijau dan ekonomi digital yang kini berkembang pesat.

“Data ini nantinya bisa untuk melihat potensi ekonomi daerah, daya saing wilayah, hingga mendukung kebijakan pembangunan,” kata Ali.

Meski tidak secara langsung menekan angka kemiskinan, hasil Sensus Ekonomi 2026 harapannya menjadi dasar penting dalam membuka peluang usaha dan lapangan kerja, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Ali mengatakan SE merupakan agenda nasional yang berlangsung setiap 10 tahun sekali, sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

“Sensus Ekonomi 2026 ini adalah yang kelima, setelah terakhir terlaksana pada 2016. Tujuannya untuk melihat struktur dan sebaran ekonomi di suatu wilayah,” ujarnya.

Berbeda dengan sensus sebelumnya, SE 2026 akan menggunakan perangkat digital berbasis gadget, menggantikan metode kertas yang digunakan pada 2016. Hal ini harapannya mempercepat proses pengumpulan dan pengolahan data.