Jateng

Sambut Kawasan Pariwisata Strategis ‘BOKOR’, Pemkot Salatiga Usung Konsep Giant Rest Area

×

Sambut Kawasan Pariwisata Strategis ‘BOKOR’, Pemkot Salatiga Usung Konsep Giant Rest Area

Sebarkan artikel ini
Salatiga BOKOR
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SALATIGA, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Salatiga menyatakan keseriusannya dalam menyambut pengembangan kawasan pariwisata strategis nasional Borobudur-Kopeng-Rawapening (BOKOR).

Berada di titik temu jalur tol Semarang-Solo dan Yogyakarta-Bawen, Salatiga memosisikan diri sebagai Giant Rest Area yang menawarkan pengalaman wisata lengkap bagi pelancong.

Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menjelaskan bahwa predikat sebagai “Rest Area Raksasa” ini akan terdukung oleh berbagai keunikan lokal yang menjadi daya tarik utama.

BACA JUGA: Dukung Sensus Ekonomi 2026, Pemkot Salatiga Bakal Kerahkan OPD hingga Influencer Lokal

“Salatiga memiliki keunggulan yang tidak daerah lain miliki. Mulai dari sejarahnya sebagai kota tertua kedua di Indonesia hingga predikat sebagai Kota Gastronomi yang diakui secara luas melalui kekayaan kulinernya,” jelas Robby di Salatiga, Senin, 2 Maret 2026.

Selain kuliner dan sejarah, Robby menyebutkan bahwa Salatiga kini mulai melirik potensi wisata kontemporer, seperti: Wisata Olahraga Alam (Sport Tourism), memanfaatkan udara sejuk dan kontur wilayah di kaki Gunung Merbabu; Wisata Edukasi, menghadirkan beragam lembaga pendidikan dan pusat sejarah; dan Wisata Seni dan Budaya, menampilkan akulturasi budaya yang kuat sebagai Kota Toleran.

Untuk memperkuat daya saing kawasan BOKOR, Pemkot Salatiga tengah merancang kolaborasi lintas wilayah dengan daerah di sekitarnya.

BACA JUGA: Pengeroyokan Remaja Bermodus Perang Sarung di Salatiga, Polisi Buru Belasan Pelaku

“Kami sedang merumuskan paket-paket wisata terpadu. Tujuannya agar terjadi sinergi yang saling memperkuat daya tarik wisata di setiap kawasan,” tambah Wali Kota.

Dukungan serupa datang dari Anggota Komisi VII DPR RI, Muhammad Hatta. Ia menilai luas wilayah Salatiga yang mungil justru menjadi keuntungan tersendiri untuk mengelola potensi wisata secara maksimal dan terintegrasi.

“Potensinya sangat menjanjikan asalkan termaksimalkan dengan dukungan kebijakan yang memadai. Dengan wilayah yang tidak terlalu luas, koordinasi antarsektor seharusnya bisa lebih cepat dan terukur,” tandas Hatta. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp