UNGARAN, beritajateng.tv – Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang terus memantau persediaan dan harga bahan pokok di pasaran.
Pada saat yang sama, Pemkab Semarang dan instansi lain juga menggelar gerakan pangan murah (GPM) dalam menjaga kestabilan harga serta daya beli masyarakat.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menyebut, sejauh ini langkah-langkah tersebut mampu mengendalikan harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.
Seperti kenaikan harga cabai, baru-baru ini, Pemkab Semarang sudah melakukan gerakan pangan murah dengan menggandeng para petani Champion Cabai, Kecamatan Getasan.
Saat harga cabai di pasaran menyentuh harga Rp 80.000 per kilogram. Gerakan pangan murah menjual cabai dengan harga jauh di bawah harga pasar, yakni Rp 50.000 per kilogram.
BACA JUGA: Soal Waktu Pelantikan, Bupati Semarang Terpilih Ngesti Nugraha Masih Tunggu Perkembangan
Sehingga hingga sepekan menjelang hari raya Idul Fitri (lebaran) ini, harga cabai di pasaran sudah mengalami penurunan menjadi Rp 60.000 per kilogram dan relatif terkendali.
Hari ini, lanjut bupati, juga dilakukan GPM di kantor Dispertanikap Kabupaten Semarang dengan menyediakan sembako dengan harga yang relatif murah.
“Sehingga masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok untuk lebaran dengan harga yang terjangkau,” jelasnya di gedung DPRD Kabupaten Semarang, Ungaran, Jumat 13 Maret 2026.
Yang tidak kalah penting, lanjutnya, adalah stok dan ketersediaannya. Pemkab Semarang sudah mengecek ke Bulog terkait dengan stok dan ketersediaan beras dan minyak goreng.
Demikian pula dengan komoditas pokok masyarakat yang lainnya. “Pada prinsipnya baik stok dan ketersediaannya aman dan masih sangat mencukupi.
Untuk kebutuhan LPG, bupati mengakui beberapa waktu lalu memang sempat menjadi sorotan. Utamanya dengan adanya kekurangan pasokan di sejumlah wilayah di Kabupaten Semarang.
Pemkab Semarang juga telah berkoordinasi dengan Hiswana Migas maupun Pertamina. Sehingga menurut Pertamina distribusi LPG 3 kilogram akan dimaksimalkan menjelang lebaran ini.
“Bahkan Pertamina juga menjamin sampai dengan nanti, setelah hari raya Idul Fitri, tidak akan ada kekurangan untuk LPG tabung 3 kilogram,” tandas Bupati Semarang.
Masih terjait gerakan pangan murah pada Ramadhan dan menjelang lebaran kali ini, Polres Semarang telah menyalurkan sedikitnya 22 Ton beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP).
Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan, penyaluran beras SPHP ini menjadi bagian dari program serentak yang jajaran kepolisian laksanakan.
BACA JUGA: Pemkot Semarang Bersama BI Gelar Gerakan Pangan Murah dan Bazar Ramadhan
Polres Semarang bersama jajaran kepolisian sektor telah menyalurkan total hibgga 22 ton beras SPHP untuk dijual kepada masyarakat dengan harga yang murah.
“Ini untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan,” tegas kapolres. (*)
Editor: Farah Nazila





