Saat banjir masuk ke dalam kelas, pihaknya lebih memilih agar pembelajaran bisa berjalan secara daring atau mengajak siswa belajar di luar.
“Kami mengkhawatirkan kegiatan belajar anak anak di sekolah. Sehingga alternatifnya, anak anak harus belajar secara daring atau belajar di luar sekolah agar anak anak tidak sakit,” papar dia.
Meskipun begitu, lanjutnya, para siswa tetap masuk sekolah dan semangat mengikuti pembelajaran. “Memang banjir ini sangat menggangu, penuh dengan air. Aktivitas belajar tetap berlangsung meski pulang lebih awal. Karena anak anak di rumah juga banjir dan kami mementingkan kesehatan mereka,” kata dia.
Dia berharap, SD Tlogosari Kulon 6 bisa dilakukan perbaikan dan peninggian agar tidak mengalami banjir lagi yang mengganggu proses pembelajaran siswa.
Melihat kondisi tersebut, Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, H.M. Rukiyanto langsung menyambangi SD Negeri Tlogosari Kulon 06 Semarang.
Ruki, sapaannya melihat langsung kondisi ruangan, parkir sepeda hingga kantin yang terendam genangan banjir. Ia juga berinteraksi dengan para siswa di ruang ruang kelas.
“Saya berharap Pemkot Semarang melalui Dinas Pendidikan memberikan perhatian kepada SD Negeri Tlogosari Kulon 06 Semarang. Kalau banjir tidak segera ditangani, saya khawatir proses pembelajaran bisa terganggu. Dampaknya juga bisa menyebabkan siswa dan guru sakit akibat genangan banjir ini,” kata Ruki. (*)
Editor: Elly Amaliyah





