Pendidikan

Sepekan SDN Tlogosari Kulon 06 Terendam Banjir, Rukiyanto Khawatir Ganggu Proses Pembelajaran

×

Sepekan SDN Tlogosari Kulon 06 Terendam Banjir, Rukiyanto Khawatir Ganggu Proses Pembelajaran

Sebarkan artikel ini
Sepekan SDN Tlogosari Kulon 06 Terendam Banjir, Rukiyanto Khawatir Ganggu Proses Pembelajaran
Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, HM. Rukiyanto melakukan tinjauan SDN Tlogosari Kulon 06 Semarang yang terendam banjir. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Imbas dari hujan yang mengguyur Kota Semarang selama sepekan terakhir menyebabkan terjadinya genangan di wilayah Tlogosari Kulon, Pedurungan, Kota Semarang.

Selain jalanan dan beberapa rumah warga yang tergenang. SDN Tlogosari Kulon 06 Semarang juga tak luput dari genangan banjir.

Bahkan beberapa ruang kelas, ruang kepala sekolah, hingga kantin sekolah tergenang air dengan ketinggian bervariasi.

Genangan banjir setinggi 30 sentimeter itu merendam halaman hingga dua ruang kelas dan ruang kepala sekolah sejak Kamis, 30 Januari 2025 lalu.

BACA JUGA: Tinjau Banjir Tlogosari Kulon, Dewan Dorong Pemkot Benahi Saluran dan Tinggikan Jalan

Plt Kepala SDN Tlogosari Kulon 06 Semarang, Afina Sulistyahati mengatakan, banjir kerap terjadi di sekolah tersebut. Selama bertahun-tahun banjir menggenangi SD Tlogosari Kulon 6 Semarang setiap ada hujan lebat.

Kali ini, banjir merendam sebagian halaman, area parkir, dan kantin dengan ketinggian sekira 30 sentimeter.

Banjir juga merendam dua ruang kelas dan ruang kepala sekolah dengan ketinggian 10 sentimeter.

Hanya saja, kini ruangan sudah surut dan sudah dilakukan pembersihan.

“Pagi hari kami gotong royong membersihkan ruang kelas yang terendam,” ucapnya, Senin, 3 Februari 2025.

Ia mengakui, banjir yang sempat masuk ke ruang kelas membuat aktivitas belajar cukup terganggu. Siswa kelas 1 dan 2 mengikuti pembelajaran di sebagian halaman yang tidak terendam.

Gerak anak-anak juga cukup terganggu karena sebagian area sekolah saat ini masih terendam.

Pihak sekolah pun memutuskan untuk memulangkan siswa lebih awal.
“Kelas 1, 2, dan 3 kami laksanakan pembelajaran sampai pukul 09.00. Berlanjut belajar di rumah. Kelas 4, 5, dan 6 pulang lebih awal. Kami mementingkan kesehatan anak,” jelasnya.

Antisipasi jika banjir masuk kembali ke ruangan, pihaknya telah menaikkan dokumen-dokumen penting dan kabel-kabel.

“Kami sudah mengantisipasi dengan menaikkan dokumen dokumen penting dan kabel kabel yang dapat membahayakan. Itu yang bisa kami antisipasi,” ujarnya.

Saat Banjir Pembelajaran Lewat Daring