SEMARANG, beritajateng.tv – Sebuah rumah produsen tusuk sate mengalami kebakaran, Minggu (21/5/2023). Rumah tersebut adalah milih Wahyudi (41), warga Klego RT 1 RW 1, Kelurahan Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
Rumah produsen tusuk sate tersebut hangus terbakar sebagian, dari depan ruang teras hingga separuh ruang tamu. Menurut dugaan, kebakaran berasal dari puntung rokok yang masih hidup.
Menurut saksi mata, Tumiyatun (52), tetangga korban mengatakan, saat itu sedang mengambil jemuran di depan sekitar pukul 2 siang. Seketika ia kaget melihat rumah Wahyudi terlihat api membesar dengan asap mengepul besar hitam. Untungnya, kondisi rumah produsen tusuk sate tersebut sedang kosong, tidak ada orang.
“Saat itu saya sedang mengambil jempuran pakaian. Saya kaget melihat rumah Wahyudi terbakar api membesar hingga menimbulkan asap yang gelap hitam, ” ujar Tumiyatun pada awak media beritajateng.tv di lokasi kejadian.
Ia pun menambahkan, “Melihat asap hitam yang dan kebakaran, saya teriak-teriak minta tolong, sehingga warga datang semua keluar untuk mematikan api, untung rumah kondisi kosong.”
Wahyudi sang pemilik rumah berujar sewaktu awak media beritajateng.tv menemuinya,”Saat itu saya pergi ke Banyubiru, saya dapat kabar dari tetangga, sekitar pukul 2 siang. Yang terbakar banyak tusuk sate.”
“Kerugian semua sekitar 45 jutaan, yang terbakar banyak tusuk sate. Posisi rumah (penghuninya) pergi semua jadi rumah kosong,” jelasnya.
Kapolsek Bergas AKP Wahyono saat awak media beritajateng.tv menemuinya menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Kejadian berlangsung pada hari Minggu, tanggal 31 Mei 2023 sekira pukul 12.00 WIB. Pemilik rumah ialah Bapak Wahyudi, warga Klego, Kelurahan Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
Api Membesar Lantaran Membakar Tumpukan Tusuk Sate
“Pemilik rumah dengan tidak sengaja membuang puntung rokok di sebelah rumah (kebun singkong). Tanpa disadari puntung rokok membakar daun singkong yang kering. Dan tusuk sate yang menumpuk dari bambu dan merambat sepeda motor yang terparkir di depan rumah dan membakarnya berikut membakar daun pintu dan daun pintu sampai ke atap rumah,” jelas Kapolsek Bergas pada awak media beritajateng.tv.
Sementara itu, Wahyudi sang pemilik rumah saat itu tengah meninggalkan rumah untuk keperluan keluarga.
“Bapak Wahyudi meninggalkan rumah untuk keperluan di luar. Kurang lebih 2 jam hingga diketahui salah satu warga melihat ada kobaran api di rumah milik Bapak Wahyudi di bagian atap rumah korban,” ungkapnya.
Kapolsek Bergas pun meneruskan, “Lalu saksi mata, Tumiyatun tetangga korban selanjutnya teriak kebakaran dan kemudian bersama-sama dengan warga memadamkan api menggunakan alat seadanya namun masih menjalar.”
“Lalu beberapa warga segera menghubungi Bhabikamtibmas Desa Ngempon Aiptu Abdul Hadi dan meneruskan piket Polsek Bergas guna koordinasi dengan dinas pemadam kebakaran. Dan mendatangkan 2 unit pemadam kebakaran dari Ambarawa dan Ungaran. Pemadaman juga dibantu warga sekitar, hingga pukul 14.30 WIB api berhasil dipadamkan dan didinginkan,” tuturnya.
Ia pun menambahkan sekaligus memungkasi, “Kerugian kebakaran ditaksir sekitar Rp45 juta termasuk 1 unit sepeda motor.” (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





