SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua Exco Partai Buruh Jateng Aulia Hakim menyatakan siap atas putusan Mahkamah Konsitusi (MK) yang menerapkan sistem pemilu proporsional terbuka pada 14 Februari 2024 mendatang,
Aulia menyebut, pihaknya telah membuat skema terhadap kedua sistem Pemilu 2024 yang nantinya akan partai terapkan. Baik itu sistem pemilu proporsional terbuka maupun tertutup.
Aulia menegaskan Partai Buruh tak dalam poros mendukung maupun menolak sistem pemilu proporsional terbuka maupun tertutup.
“Dari Partai Buruh sudah lama mengkaji terkait gugatan yang dilakukan PDIP dan kawan-kawan PBB waktu itu, terkait sistem pemilu ya. Intinya begini, kalau Partai Buruh memutuskan tidak pada posisi kedua-duanya,” ucap Aulia kepada beritajateng.tv, Sabtu, 17 Juni 2023.
BACA JUGA: Bawa Atribut Parpol, Bawaslu Pelototi Aksi Unjuk Rasa Partai Buruh Jateng
“Kita sudah siap ataupun sudah lengkap semuanya, terkait dengan sistem terbuka dan tertutup. Apapun keputusannya MK, kita akan sesuai dengan keputusan MK,” imbuhnya.
Isu sistem Pemilu ini tak mengejutkan Aulia. Sebab, sejak Partai Buruh menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) beberapa waktu silam, sistem Pemilu tak luput menjadi bahasan partai itu.
Partai Buruh usulkan sistem tertutup dengan foto caleg di kertas suara
Menurut pengakuannya, Partai Buruh sempat menghendaki sistem pemilu proporsional tertutup dengan syarat. Partai Buruh menerima sistem proporsional tertutup namun foto calon legislatif (caleg) harus tetap disertakan dalam surat suara.
“Dengan syarat artinya ketika tertutup pun ada beberapa catatan dari kami. Contoh misalkan kalau itu nanti syaratnya adalah di dalam itu hanya partai, tampilkan fotonya (foto caleg). Walaupun tidak memilih orangnya ya. Itu syaratnya itu,” imbuhnya.
BACA JUGA: Datangi KPU Sejak Sore, Partai Buruh Jateng Malah Daftarkan Bacaleg Jam 10 Malam
Pihaknya menilai apapun sistem pemilu yang akan menjadi keputusan pada pesta demokrasi, akan tetap ada plus minusnya.
Karena itu, Partai Buruh memutuskan untuk selalu siap dengan apapun sistem pemilu yang menjadi putusan MK.
“Tetapi setelah kita kaji, plus minus itu semua ada. Plus minusnya terbuka tertutup semua ada. Nah makanya waktu itu kita putuskan kita siap semua apa yang MK putuskan. Mesin politik jalannya sudah secara kencang berjalan, karena kita siap tutup dan terbuka,” pungkasnya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto




