Suhu menuturkan para biksu dan takmir masjid berdialog soal toleransi umat beragam saat diskusi.
BACA JUGA: Lepas Biksu Thudong 2024, Mbak Ita: Semarang Simpan Jejak Penyebaran Agama Buddha
Dalam kesempatan itu, Suhu menjelaskan makna thudong ialah berjalan kaki mengikuti napak tilas Buddha Gautama yang melepaskan segala harta dan kemelekatan.
“Beliau berbicara toleransi agama dan mengenalkan thudong itu apa, berjalan kaki napak tilasnya sang Buddha. Jadi kita meninggalkan semua kemewahan. Kan capek panas kepanasan, hujan tetep jalan kaki,” ungkap Suhu.
Menurut penuturannya, jalan kaki yang para biksu tempuh itu tak lepas dari cerita penuh luka. Namun, kata Suhu, para biksu tetap kukuh untuk melanjutkan perjalanan thudong.
“Kita lihat tadi kakinya ada yang jarinya lepas. Dan itulah mereka tidak pernah bilang berhenti, gak bisa, inilah thudong, kebersamaan, melepas semua kemelakatan,” pungkas Suhu. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





