“Sempat ada masukan dari kami soal buah yang cenderung sama, yakni pisang. Tapi ternyata pisang itu paling aman, tidak mudah busuk, dan penanganannya mudah,” jelasnya.
Pihak sekolah juga terus mengedukasi siswa untuk menghabiskan makanan agar tidak ada yang terbuang sia-sia. Mukaromah menyebut, makanan MBG adalah bentuk keadilan sosial dari pemerintah, sehingga harus disyukuri.
“Kami sepakat semua menu yang tersaji sebisa mungkin harus dihabiskan. Karena pihak lain, sekolah lain, belum semua mendapatkan manfaat itu. Sementara sisa makanan seperti kulit buah atau cangkang telur kami kelola,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





