Nasional

Soal Isu Keracunan MBG, BGN: Pemerintah Masih Mencari Mekanisme Kompensasi

×

Soal Isu Keracunan MBG, BGN: Pemerintah Masih Mencari Mekanisme Kompensasi

Sebarkan artikel ini
PPJI MBG 19
Siswa SMP Negeri 19 Semarang saat mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Dok. SMP Negeri 19 Semarang)

SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa pemerintah saat ini sedang mencari dan menyusun mekanisme kompensasi bagi korban keracunan yang diduga terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan langsung bergerak cepat untuk mencari solusi konkret atas kejadian tersebut.

Menurutnya, pemerintah sangat serius menangani dampak insiden ini dan berkomitmen melindungi masyarakat.

“Kami sedang mencari mekanisme bagaimana kompensasi untuk hal-hal yang seperti ini,” tegas Dadan, seperti beritajateng.tv kutip dari Antara.

BACA JUGA: Program MBG di Blora Hadirkan Mie Ayam, Antusiasme Siswa Melonjak

Dadan menegaskan bahwa sejak awal, pemerintah tidak pernah menginginkan adanya kasus keracunan dalam pelaksanaan program MBG. Oleh karena itu, insiden ini menjadi bahan evaluasi serius guna memperkuat sistem keamanan pangan dalam program nasional tersebut.

“Tidak pernah terpikirkan karena kami tidak menginginkan hal ini terjadi. Kami inginkan nol kejadian,” lanjutnya.

Pemerintah tanggung biaya pengobatan korban keracunan MBG

Dalam kasus yang telah terjadi, seperti di Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur, pemerintah langsung turun tangan menanggung biaya pengobatan para korban. Ini menjadi bentuk tanggung jawab konkret terhadap dampak yang muncul.

Tak hanya secara institusi, Dadan secara pribadi juga turun langsung membantu proses pengobatan beberapa korban.

“Secara personal sudah terlaksana, cuma saya tidak enak mengungkapkannya. Jadi, ada beberapa pasien yang kami datangi, dan bantu, tapi bukan atas nama BGN, melainkan pribadi,” ujar Dadan.

Sebagai langkah preventif ke depan, BGN akan menggelar pelatihan ulang setiap 2 hingga 3 bulan sekali bagi para pelaksana lapangan program MBG, khususnya petugas penjamah makanan.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa kualitas makanan tetap terjaga dan kejadian serupa tidak terulang.

“Kami melihat perlu ada penyegaran rutin agar kewaspadaan terus ditingkatkan,” tambahnya.

BACA JUGA: Dari Temuan Ulat hingga Ayam Basi, Pemprov Jateng Akan Tinjau Program MBG di Kudus