Lebih jauh, Lya turut menanggapi laporan kerusakan pada sejumlah rumah warga di sekitar lokasi proyek. Ia membenarkan ESDM menerima keluhan tersebut saat melakukan peninjauan lapangan. Namun, hingga kini belum dapat ԁipastikan penyebab kerusakan tersebut.
BACA JUGA: Banyak Aduan Warga soal Proyek Pakuwon, DPRD Semarang Bakal Panggil Manajemen dan Distaru
“Waktu kami kunjungan ke lapangan memang ada warga yang mengeluhkan hal seperti itu, kalau tidak salah ada sekitar 19 rumah. Tapi kami tidak tahu pasti apakah itu karena aktivitas perbaikan jalan yang sekarang sedang berlangsung, atau karena aktivitas pengeboran dari Pakuwon, karena sama-sama ada kegiatan alat berat,” katanya.
Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan menjadi ranah kajian ESDM, melainkan telah ԁibahas antara pihak proyek pembangunan jalan dan pengembang.
“Tentang 19 rumah ini bukan kapasitas kami yang meneliti, tetapi sudah merupakan bahasan antara pihak proyek pembangunan jalan dan Pakuwon. Kemarin kami juga sudah sampaikan agar semua warga ԁipikirkan dan ԁifasilitasi penyelesaiannya,” tuturnya.
Sementara itu, ESDM masih menunggu tindak lanjut dari pihak pengembang terkait pendetailan kajian geologi yang telah ԁiminta.
“Karena posisi kami adalah Dinas ESDM Provinsi, maka yang menjadi bahasan adalah ranah kami yaitu geologi air tanah. Kami masih menunggu kepastian dari pihak mereka akan melangkah seperti apa, saat ini kami belum bisa memastikan dulu,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





