Jateng

Soal Viral Ulat Buah di Makan Bergizi Gratis, Ini Tanggapan Pemkot Semarang

×

Soal Viral Ulat Buah di Makan Bergizi Gratis, Ini Tanggapan Pemkot Semarang

Sebarkan artikel ini
Soal Viral Ulat Buah di Makan Bergizi Gratis, Ini Tanggapan Pemkot Semarang
Walikota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat menghadiri deklarasi penyerahan ijazah sekolah swasta di SMP PGRI 1 Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Walikota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menanggapi viral video adanya ulat buah dalam makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Semarang.

Agustina mengaku telah membentuk tim untuk pengawasan Program MBG. “Kami sedang pelajari. Kami juga membentuk tim – tim untuk bisa membantu supaya proses awalan percobaan MBG ini sukses di Kota Semarang,” ujarnya.

Pihaknya juga telah melakukan konfirmasi ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia makanan program MBG.

BACA JUGA: Viral Murid Temukan Ulat Buah di Paket Makan Bergizi Gratis SMPN 1 Semarang: Salake Mambu

“Kita akan lakukan intervensi. Siang ini pak Sekda mewakili saya ke Jakarta. Kedepan harapannya tidak ada pengulangan semacam ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengaku belum ada laporan resmi yang masuk terkait peristiwa tersebut.

“Kami akan cek dulu. Sebenarnya kami sudah buat grup semua SPPG di Kota Semarang, pengawas, Korsatpen, Kepala Sekolah tapi sampai saat ini belum ada laporan resmi. Tapi kami akan cek, mudah-mudahan bisa segera terselesaikan,” ungkapnya.

Bambang meminta masyarakat mentolerir kejadian ini. Menurutnya, banyaknya proses distribusi makanan yang SPPG lakukan memungkinkan terjadinya kesalahan sekali maupun dua kali.

“Kan setiap hari ya dengan distribusi makanan untuk siswa dan cukup banyak, ya kalau ada satu dua yang bermasalah kan bisa ditolerir,” sebut dia.

Di Kota Semarang terdapat 11 SPPG, yang mendistribusikan makanan ke 88 sekolah dari TK, SD, SMP dan SMA. 1 SPPG bisa mengcover 3000-3500 makanan bagi siswa.

“Kami sudah buat grup WA, dan kami update terus kalau ada permasalahan. MBG kan masih baru, kami sudah berusaha untuk melakukan pendampingan. Supaya MBG pelaksanaannya bisa berjalan baik,” terangnya.

Diakui Bambang, sejauh ini program MBG mendapat respon positif dari semua pihak. “Secara umum di grup WA semua responnya positif, bahkan anak anak yang gak suka sayur dengan program MBG mereka suka sayur. Ada perubahan perilaku positif,” kata dia. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp