Gaya Hidup

Soal Wajah WNI Kurang Glowing Akibat Stres, BKKBN Jateng: Bisa Diatasi dengan Jalankan Fungsi Keluarga

×

Soal Wajah WNI Kurang Glowing Akibat Stres, BKKBN Jateng: Bisa Diatasi dengan Jalankan Fungsi Keluarga

Sebarkan artikel ini
Wajah Glowing
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Eka Sulistia, saat ditemui pada Selasa, 12 Agustus 2025. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Penampilan wajah yang glowing ternyata tak hanya dapat ditentukan oleh skincare atau perawatan mahal, tetapi juga oleh kesehatan mental dan kesejahteraan keluarga.

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Eka Sulistia, menyebut beban stres tinggi akibat tekanan hidup bisa membuat kulit kusam, penuaan lebih cepat, dan penampilan terlihat lelah.

“Stres itu memengaruhi hormon, yang akhirnya berdampak ke kulit. Kalau tekanan hidup tinggi, regenerasi kulit terganggu, kelembapan berkurang, bahkan kerutan bisa mudah muncul,” jelas Eka saat beritajateng.tv temui di kantornya pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Eka memaparkan bahwa hormon kortisol yang meningkat saat stres dapat mengganggu regenerasi sel kulit, memicu jerawat, dan mengurangi kelembapan alami kulit.

“Makanya kalau sedang banyak tekanan, orang sering terlihat lebih lelah dan kusam,” ujarnya.

BACA JUGA: Ramai Klaim Setop Makan Mie Instan Bikin Wajah Glowing, Ini Kata Pakar

Faktor kesejahteraan keluarga turut memengaruhi wajah glowing

Eka menguraikan bahwa wajah glowing juga bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor tingkat kesejahteraan keluarga. Pertama dari ekonomi, tingkat pendapatan dengan pengeluaran yang tidak seimbang akan menjadi beban pikiran berat.

“Kalau pendapatan rendah dan jaminan sosial minim, otomatis pikiran jadi berat. Orang tua jadi mudah stres, dan itu berpengaruh ke kesehatan kulit,” ujarnya.

Tuntutan kebutuhan ekonomi juga berlanjut pada beban pekerjaan yang membuat masyarakat semakin merasa terbebani.

“Jam kerja yang panjang, apalagi kalau penghasilannya tidak sebanding, bikin tubuh lelah. Kondisi ini sering memicu wajah terlihat lesu dan kusam,” tuturnya.

Lingkungan atau ruang hijau, Eka melanjutkan, di daerah tempat tinggal juga dapat menjadi faktor yang memengaruhi wajah glowing.

BACA JUGA: Dr Zaidul Akbar Ungkap Khasiat Bumbu Dapur yang Satu ini, Salah satunya Glowing Tanpa Skincare

“Polusi udara, kemacetan, dan minimnya ruang hijau membuat tubuh jarang mendapatkan oksigen segar. Kulit pun jadi kurang sehat,” katanya.

Selain itu, ada juga faktor sosial yang turut menjadi penentu dalam tingkat kesejahteraan. Kondisi sosial lingkungan masyarakat yang suka membanding-bandingkan satu dengan lainnya juga akan menambah beban pikiran.

“Tuntutan untuk selalu sukses dan persaingan sosial di lingkungan membuat orang sering membandingkan diri. Ini menambah beban pikiran,” tuturnya.

Adanya ketidakpastian hukum dan waspada bencana alam juga menjadi salah satu faktor dari rasa tenang dalam keluarga.

“Indonesia rawan bencana. Kekhawatiran soal keamanan, hukum, atau kondisi politik juga bisa menambah rasa tidak tenang di keluarga,” jelasnya.

Menjalankan fungsi keluarga untuk menangkal stres

Untuk menjaga kesehatan mental sekaligus penampilan, Eka menekankan pentingnya menjalankan delapan fungsi keluarga seperti agama, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosial-pendidikan, ekonomi, pembinaan lingkungan, dan sosial budaya.

“Kalau keluarga saling support, stres bisa berkurang. Kalau fungsi ini berjalan, keluarga lebih kuat menghadapi tekanan. Dampaknya, wajah pun bisa glowing karena kita sehat secara fisik dan mental,” jelasnya.

Selain itu, program Kampung Keluarga Berkualitas yang digagas BKKBN bertujuan memberikan edukasi tentang perencanaan keluarga, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan hubungan sosial untuk membentuk keluarga yang tangguh menghadapi tekanan hidup.

“Jadi kalau mau glowing dari dalam, bukan cuma skincare yang penting, tapi juga ketahanan keluarga untuk perawatan hati dan pikiran jauh lebih penting,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp