SEMARANG, beritajateng.tv – Drama Korea Can This Love Be Translated? sukses bikin linimasa ramai dan hati penonton remuk sekaligus hangat.
Sejak Netflix merilis seluruh 12 episode pada 16 Januari, Can This Love Be Translated? langsung melesat ke puncak popularitas global.
Namun, yang paling bikin penasaran justru ending Can This Love Be Translated? yang puitis, emosional, dan relatable banget.
Serial yang dibintangi Kim Seon Ho dan Go Youn Jung ini tidak sekadar menyuguhkan romansa manis. Cerita berani mengulik soal trauma, komunikasi, dan cara mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain. Karena itu, penonton tidak hanya baper, tetapi juga ikut merenung.
Tokoh utama Joo Ho-jin digambarkan sebagai penerjemah jenius yang fasih banyak bahasa. Sayangnya, Ho-jin sering gagap saat mengekspresikan perasaan.
BACA JUGA: 6 Spoiler Terbesar Stranger Things Season 5 Volume 2: Perubahan Will dan Kembalinya Barb?
Sebaliknya, Cha Mu-hee tampil sebagai aktris papan atas dengan luka batin mendalam. Keduanya sering salah paham meski berbicara dalam bahasa yang sama.
Konflik mereka memuncak saat perjalanan ke Italia. Pada titik ini, masa lalu Mu-hee perlahan terbuka. Sosok Do Ra-mi, karakter zombie yang Mu-hee perankan, muncul sebagai simbol trauma. Sosok ini ternyata merepresentasikan ingatan kelam tentang sang ibu.
Trauma tersebut berasal dari peristiwa mengerikan. Ibu Mu-hee pernah mencoba mengakhiri hidup mereka bersama. Sejak saat itu, Mu-hee hidup dengan suara batin yang terus menyalahkan dirinya. Luka ini membuat Mu-hee merasa tidak pantas menerima cinta.
Ho-jin tidak memilih pergi. Ia justru menjaga Mu-hee secara diam-diam saat kepribadian Do Ra-mi muncul. Ho-jin tidak menghakimi dan tidak memaksa. Sikap inilah yang perlahan membuka hati Mu-hee.
Penjelasan Ending Can This Love Be Translated?
Pastikan sebelum melanjutkan membaca artikel ini, tamatkan terlebih dahulu serialnya ya!
Bagian ending Can This Love Be Translated? menjadi kunci kekuatan cerita. Mu-hee yang takut komitmen berulang kali mendorong Ho-jin menjauh.
Ho-jin lalu menawarkan solusi yang terdengar sederhana, tetapi bermakna besar. Ia mengajak Mu-hee berjanji untuk tidak putus selama satu bulan saja.
Kesepakatan dengan “tanggal kedaluwarsa” ini justru memberi rasa aman. Mu-hee tidak lagi merasa tertekan oleh konsep cinta selamanya. Hubungan mereka berjalan lebih jujur dan tenang.
Plot twist muncul saat fakta tentang orang tua Mu-hee terungkap. Keduanya ternyata masih hidup. Mu-hee memutuskan menghadapi masa lalunya seorang diri. Ia meminta putus sementara, bukan untuk menyerah, melainkan untuk menyembuhkan diri.
Keputusan ini menegaskan kedewasaan karakter Mu-hee. Ia ingin kembali sebagai pribadi utuh, bukan seseorang yang masih terjebak trauma. Ho-jin menghormati pilihan tersebut dan menunggu tanpa paksaan.
Akhir cerita menyajikan momen yang bikin lega. Mu-hee kembali setelah berdamai dengan dirinya sendiri. Ia menemui Ho-jin di observatorium. Adegan penutup memperlihatkan mereka berciuman dengan penuh keyakinan.
Momen tersebut menegaskan pesan utama drama ini. Cinta tidak selalu soal memiliki cepat. Cinta kadang soal menunggu, memahami, dan belajar berbicara dalam bahasa yang sama. Pada akhirnya, Ho-jin dan Mu-hee berhasil menerjemahkan cinta mereka dengan jujur.
Tidak heran jika Can This Love Be Translated? menjadi salah satu drakor paling dibicarakan saat ini. Ending-nya terasa realistis, hangat, dan sangat manusiawi. (*)





