Jateng

Stok Blangko e-KTP di Semarang Dipastikan Aman, Dispendukcapil Siap Layani Ribuan Pemohon

×

Stok Blangko e-KTP di Semarang Dipastikan Aman, Dispendukcapil Siap Layani Ribuan Pemohon

Sebarkan artikel ini
Digugat Soal Lahan Jalan Jangli-Undip, Pemkot Semarang Tegaskan Pembangunan Sudah Sesuai Regulasi
Plt Asisten Pemerintahan Setda Kota Semarang, Yudi Hardiyanto Wibowo. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang memastikan ketersediaan blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dalam kondisi aman.

Jaminan pasokan dari pemerintah pusat membuat pelayanan administrasi kependudukan di Kota Semarang tetap berjalan normal dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kadispendukcapil Kota Semarang, Yudi Hardianto Wibowo mengakui jika stok blangko e-KTP masih aman. Menurut Yudi, blangko e-KTP dari pemerintah pusat hingga saat ini masih cukup untuk layanan administrasi kependudukan di Ibu Kota Jawa Tengah.

“Insyaallah aman, dari pemerintah pusat sudah memberikan jaminan, tahun alu juga aman kok. Kita pastikan stoknya cukup,” katanya.

Yudi mengatakan bahwa blangko e-KTP memiliki peran penting dalam berbagai proses administrasi kependudukan.

Selain untuk penerbitan KTP baru bagi warga yang memasuki usia 17 tahun, blangko juga berfungsi untuk pencetakan ulang akibat perubahan data diri. Seperti status perkawinan, perpindahan domisili, maupun pembaruan identitas lainnya.

“Blangko ini penting untuk berbagai perubahan dan penyesuaian data kependudukan. Misalnya perubahan status, perpindahan penduduk, dan kebutuhan administrasi lainnya,” jelas Yudi.

BACA JUGA: Video Blangko e-KTP Menipis di Semarang, Disdukcapil Prioritaskan Kebutuhan Mendesak 

Tingginya kebutuhan layanan kependudukan tercermin dari jumlah pencetakan e-KTP yang Dinas Pendukcapil Kota Semarang lakukan setiap hari. Dalam satu hari kerja, pihaknya rata-rata menerbitkan 400 hingga 500 keping e-KTP.

Dengan jumlah tersebut, pencetakan KTP dalam satu bulan bisa mencapai hampir 8.000 keping. Meski demikian, stok blangko yang tersedia masih mampu mengimbangi tingginya permintaan masyarakat.

“Setiap hari kami mencetak sekitar 400 sampai 500 KTP. Sebagian besar merupakan KTP baru, tetapi ada juga yang terkait perubahan data kependudukan maupun perpindahan domisili,” kata Yudi.

Ia menambahkan, setiap tahun terdapat sekitar 25 ribu warga Kota Semarang yang memperoleh KTP pemula setelah memasuki usia 17 tahun. Jumlah tersebut menjadi salah satu penyumbang terbesar kebutuhan pencetakan KTP setiap tahunnya.