Jateng

Stok Hewan Kurban Jateng Dipastikan Aman, Ada 400 Ribu Ekor

×

Stok Hewan Kurban Jateng Dipastikan Aman, Ada 400 Ribu Ekor

Sebarkan artikel ini
stok hewan kurban jateng
Ilustrasi hewan kurban. (freepik.com)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2023, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Jateng memastikan ketersediaan hewan kurban. Sebanyak 400 ribu hewan ternak telah tersedia di Jateng hingga saat ini.

Kepala Disnak Keswan Jateng Agus Wariyanto memastikan stok hewan kurban pada Idul Adha 2023 aman dan tercukupi. Bahkan, stok hewan kurban pada tahun ini mengalami surplus.

“Jadi pengalaman tahun lalu kita kebutuhannya sekitar 372 ribu. Dan kita tersedia sekitar hampir 400 ribu ekor. Ini berarti kita surplus sekitar 2,6 juta ekor,” ujarnya kepada beritajateng.tv, Jumat 16 Juni 2023.

BACA JUGA: Video Jelang Idul Adha, Pedagang Hewan Kurban Ramai Pesanan

Agus menambahkan, jumlah tersebut tak hanya menjadi stok untuk kabupaten/kota Jateng saja. Beberapa hewan ternak juga akan dikirim ke wilayah Jabodetabek. Bahkan ada pengiriman yang sampai ke Kalimantan Tengah.

Selain mengirim ke luar daerah, Provinsi Jateng juga memasok hewan kurban dari daerah lain. Yakni sapi Madura dari Jawa Timur yang jenisnya banyak menjadi favorit masyarakat luas.

“Kita daerah lumbung ternak. Kita polulasi sapi potong itu ada 1,8 juta ekor, populasi kambing sekitar 3,8 juta kambing, domba sekitar 2,3 juta ekor. Jadi untuk kesiapan Idul Adha cukup. Kita tunggu waktunya akhir Juni nanti,” terang Agus.

Disnak Keswan Jateng minta peternak waspadai 2 wabah berbahaya

Selanjutnya, pihaknya meminta masyarakat, khususnya peternak, untuk selalu waspada terhadap 2 wabah berbahaya. Adapun wabah tersebut ialah Lumpy Skin Disease (LSD) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kerap menyerang hewan ternak sapi.

“PMK ini kan belum selesai ya, sangat drastis turunnya, tinggal yang sisa-sisa saja, tinggal yang penyakit LSD. Jadi kami tetap ante mortem, pemeriksaan oleh dokter hewan kami sebelum hari H untuk Idul Adha itu sekitar dua pekan, untuk memeriksa tempat penjualan ternak,” ucap Agus.

Selain masalah kesehatan, pihaknya juga memperhatikan aspek syariat dalam penyembelihan hewan kurban. Pihaknya akan menerjunkan Juru Sembelih Halal (Juleha) yang sudah tersertifikasi untuk melakukan pemotongan pada sejumlah titik saat Idul Adha.

“Karena sudah mendapatkan teknik-teknik penyembelihan ternak melalui Juleha. Jadi ada dua hal, kesehatan ciri-ciri hewan sehat itu harus jadi perhatian. Dan pada saat itu apakah memenuhi syariat ibadahnya ini penting kita perhatikan bersama,” pungkasnya. (*)

Editor: Ricky Fitriyanto

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp