Mareka membentuk Kampung Organik Wonolopo, menyulap lahan 1,5 hektar menjadi sawah yang hijau lengkap dengan embung, pohon produktif, dan fasilitas umum.
Lahan tersebut ditanami padi dengan benih organik tidak menggunakan pestisida. Begitu juga dengan aneka jenis ikan yang ditabur di embung, pohon, buah dan aneka bunga.
“Melihat hal itu, muncul keinginan membuat anak-anak berkegiatan positif. Beruntung ada pak Sudili, pak Ketua RW 3 Wonolopo yang mencetuskan ide dibentuknya petani milenial,” katanya.
Aktivitas petani mileniah Kampung Organik Wonolopo sudah berjalan dua tahun atau selama pandemi Covid terjadi.
Keseharian 12 pemuda itu mendatangi lahan sawah, merawat dan memanen hasilnya saat tiba panen baik padi, ikan dan aneka tanaman buah, di sela kegiatan sekolah yang sudah berjalan. (Ak/El)





