“Umur udah segini, 59 tahun, yang dipikirin cuma Allah SWT. Dari awal puasa udah ikut tadarus,” katanya.
BACA JUGA: Pasar Kuliner Ramadan di Aloon-Aloon Semarang, Tempat Berburu Takjil Tradisonal hingga Kekinian
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Semarang, Ade Agustina mengatakan, bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat bagi warga binaan untuk melakukan kegiatan positif seperti tadarus Al-Qur’an.
Dengan begitu, Ramadan menjadi momentum refleksi yang baik untuk memperbaiki diri dan berupaya untuk lebih baik kedepannya
“Tidak hanya memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk lebih mendalami agama, kegiatan tadarus juga bisa menumbuhkan semangat kebersamaan, rasa saling pengertian dan kedamaian di dalam penjara,” imbuhnya. (*)
Editor: Farah Nazila





