“Selera konsumen juga ya, ada beberapa orang yang sebenarnya punya kemampuan untuk beli sapi, tapi kayaknya dia lebih senang kambing, seperti itu ada. Tapi ada juga yang ԁia beli sapi, tapi ukurannya sapi lokal seperti Sapi Jabres punya kita itu. Yang penting kan sapi, tapi ukurannya enggak besar. Mungkin kondisi ekonomi juga,” jelasnya.
Tavares memastikan seluruh kebutuhan hewan kurban di Jawa Tengah tahun ini tetap terpenuhi tanpa perlu mendatangkan hewan impor dari luar negeri. Ia juga memastikan Jawa Tengah tidak membutuhkan impor ternak untuk memenuhi kebutuhan Iduladha 2026.
“Ada, terpenuhi, bisa karena populasi kita banyak,” katanya saat ԁitanya soal ketersediaan hewan kurban tahun ini.
Stok Hewan Kurban Jateng Termasuk Kambing Ꭰiklaim Aman, Presiden Siapkan Sapi 1 Ton untuk Tiap Daerah
Selain memastikan stok aman, Ꭰistanak Jawa Tengah menyebut populasi ternak di provinsi tersebut masih jauh di atas kebutuhan Iduladha tahun ini.
Tavares mengatakan total populasi ternak di Jawa Tengah saat ini mencapai sekitar 6,3 juta ekor. Sementara kebutuhan hewan kurban hanya berkisar 10 persen dari total populasi tersebut atau sekitar 500 ribuan ekor.
“Kalau seluruhnya kan kita sekitar 6,3 juta ya. Nah, itu sedangkan untuk kurban itu kira-kira hanya 10 persen, 500 ribuan sekian ekor. Jadi jelas sangat terpenuhi,” ujar Tavares.
Menurutnya, surplus populasi ternak tersebut membuat Jawa Tengah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus kebutuhan bantuan hewan kurban Presiden RI di setiap daerah.
BACA JUGA: Idul Adha Sebentar Lagi, Berikut Niat dan Tata Cara Berkurban
Ia menyebut pemerintah pusat juga menyiapkan sapi kurban berbobot minimal satu ton untuk masing-masing kabupaten/kota di Jawa Tengah.
“Sudah begitu masih memenuhi lagi yang untuk Presiden memberikan ke setiap kabupaten satu itu, dengan kualifikasi satu sapi beratnya minimal 1 ton itu sudah ada 36. Jadi satu kabupaten, satu plus provinsi, sapi yang nanti akan ԁiserahkan oleh Pak Presiden di Grobogan rencananya,” jelasnya.





