Ia menambahkan, seluruh hewan ternak yang masuk ke Jawa Tengah juga wajib mengantongi surat keterangan sehat dari petugas kesehatan hewan.
Menurutnya, sertifikasi kesehatan hewan penting untuk memastikan ternak yang masuk benar-benar aman sebelum ԁiperjualbelikan atau ԁigunakan untuk kebutuhan kurban maupun program pemerintah lainnya.
“Kalau bisa ada sertifikasi bahwa ini sudah sehat dari ԁinas kami, dari petugas kami untuk cek kesehatan. Jadi kalau pergi-pergi kan harus bawa itu. Ya kan sudah ԁicek belum kesehatannya seperti apa?” jelasnya.
Untuk memperkuat pengawasan di lapangan, Ꭰistanak Jawa Tengah kini mulai berkoordinasi dengan Satpol PP hingga aparat kepolisian.
“Ini kami koordinasi dengan Satpol PP supaya lebih ketat lagi karena dia kalau orang punya kesadaran, kalau bisa-bisa kan ada yang lolos tapi berbahaya untuk semuanya,” ujar Tavares.
Ia mengatakan petugas di pos perbatasan nantinya bakal langsung melakukan pemeriksaan apabila menemukan ternak dengan kondisi mencurigakan atau terindikasi sakit.
“Ya kalau ada yang mencurigakan atau sakit, kami tahan, kami minta untuk pemeriksaan, tapi supaya lebih efektif kan kekuatannya kami kolaborasi dengan Satpol PP. Mungkin dengan polisi juga nanti,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





