SEMARANG, beritajateng.tv – Mimpi menempuh pendidikan di luar negeri kini semakin dekat bagi pelajar Indonesia, khususnya di Jawa Tengah.
Melalui Taiwan Higher Education Fair Indonesia 2026 yang berlangsung di The Suri Ballroom Queen City Mall Semarang, Selasa, 4 Agustus 2026.
Puluhan perguruan tinggi ternama dari Taiwan hadir menawarkan kesempatan kuliah, program beasiswa, hingga jalur karier internasional bagi generasi muda.
Pameran pendidikan inisiasi Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia (ICATI) itu menjadi salah satu ajang terbesar yang mempertemukan calon mahasiswa dengan universitas-universitas unggulan Taiwan.
Kegiatan ini juga menjadi ruang konsultasi bagi pelajar yang ingin memahami lebih jauh proses pendaftaran, pilihan program studi, hingga kehidupan mahasiswa di Negeri Formosa.
Sejak pagi, ribuan siswa SMA, SMK, mahasiswa, guru, dan orang tua memadati lokasi pameran. Mereka antusias mendatangi setiap stan universitas untuk mencari informasi mengenai jurusan, beasiswa, biaya kuliah, hingga peluang kerja setelah lulus.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyambut positif penyelenggaraan Taiwan Higher Education Fair Indonesia.
BACA JUGA: KONI Semarang Hadirkan Pakar Taiwan dan Unnes, Bahas Ilmu Olahraga Modern untuk Atlet Berprestasi
Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Daerah, dan Kerja Sama Setda Provinsi Jawa Tengah, Edy Iswanto, mengatakan pameran pendidikan internasional seperti ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, pendidikan tinggi di luar negeri tidak hanya memberikan bekal akademik. Tetapi juga pengalaman hidup di lingkungan multikultural yang akan membentuk karakter. Juga memperluas jaringan internasional, dan meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan global.
“Kesempatan seperti ini harus generasi muda Jawa Tengah manfaatkan untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan dunia yang semakin kompetitif,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebutuhan dunia kerja saat ini tidak hanya menuntut lulusan yang memiliki nilai akademik tinggi. Tetapi juga kemampuan komunikasi lintas budaya, penguasaan teknologi, serta pengalaman internasional.
BACA JUGA: Temuan Etilen Oksida Indomie Rasa Soto Banjar di Taiwan, Apa Dampaknya Bagi Kesehatan?
Ketua ICATI Jawa Tengah, Fandi Chandra, mengungkapkan Taiwan Higher Education Fair Indonesia tahun ini menghadirkan 49 universitas dari berbagai wilayah di Taiwan.
Puluhan perguruan tinggi tersebut menawarkan beragam program studi. Mulai dari teknik, teknologi informasi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), kesehatan, bisnis, desain, hingga ilmu sosial dan humaniora.
“Kami ingin memberikan akses informasi yang seluas-luasnya kepada pelajar Indonesia. Agar mereka dapat memilih universitas yang sesuai dengan minat dan cita-citanya,” kata Fandi.
Ia menjelaskan, tingginya kualitas pendidikan, biaya kuliah yang relatif terjangkau. Serta banyaknya pilihan beasiswa menjadi alasan utama semakin banyak mahasiswa Indonesia memilih Taiwan sebagai tujuan studi.
Ketua Umum ICATI, Hengky Lau, menyebut hubungan pendidikan antara Indonesia dan Taiwan terus mengalami perkembangan yang signifikan.
Saat ini tercatat lebih dari 24 ribu pelajar Indonesia sedang menempuh pendidikan di Taiwan. Mulai dari jenjang sekolah menengah, diploma, sarjana, magister, hingga doktor.
Jumlah tersebut terus meningkat setiap tahun, seiring semakin luasnya kerja sama pendidikan antara kedua negara. Serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas perguruan tinggi Taiwan.
Menurut Hengky, Taiwan kini menjadi salah satu destinasi favorit mahasiswa Indonesia. Karena memiliki sistem pendidikan modern, fasilitas riset yang lengkap, serta hubungan erat dengan industri teknologi kelas dunia.
Salah satu kekhawatiran calon mahasiswa ketika akan belajar di luar negeri adalah kendala bahasa. Namun, Hengky memastikan persoalan tersebut kini bukan lagi menjadi hambatan besar.
Banyak universitas di Taiwan telah membuka program internasional menggunakan bahasa Inggris, terutama pada jenjang magister dan doktoral.
Sementara bagi mahasiswa sarjana, pembelajaran bahasa Mandarin justru menjadi nilai tambah. Karena memberikan kompetensi tambahan yang sangat di butuhkan di pasar kerja global.
Kemampuan menguasai dua bahasa internasional menjadi keunggulan tersendiri bagi lulusan Taiwan ketika memasuki dunia profesional.
Selain kualitas pendidikan, Taiwan juga semakin nyaman bagi mahasiswa Indonesia, termasuk yang beragama Islam.
Berbagai kampus kini menyediakan musala, pilihan makanan halal, hingga komunitas mahasiswa Indonesia yang aktif membantu proses adaptasi mahasiswa baru.
Keberadaan ratusan ribu warga Indonesia di Taiwan juga membuat mahasiswa lebih mudah membangun jaringan sosial dan mendapatkan dukungan selama menjalani pendidikan.
49 Universitas Unggulan
Keunggulan lainnya dari Taiwan adalah kesempatan bagi mahasiswa Internasional. Untuk mengikuti program magang di berbagai perusahaan serta bekerja paruh waktu hingga 20 jam per minggu sesuai ketentuan yang berlaku.
Kesempatan tersebut memberikan pengalaman kerja internasional. Sekaligus membantu mahasiswa memperoleh penghasilan tambahan untuk menunjang kebutuhan selama menempuh pendidikan.
Model pembelajaran yang terintegrasi dengan dunia industri juga menjadi salah satu alasan lulusan universitas di Taiwan memiliki daya saing tinggi di pasar kerja global.
Taiwan Higher Education Fair Indonesia bukan sekadar pameran kampus luar negeri. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi jembatan bagi generasi muda Indonesia untuk mengakses pendidikan berkualitas internasional. Memperluas wawasan, dan membangun kompetensi yang dibutuhkan pada era ekonomi digital.
Melalui kehadiran 49 universitas unggulan, beragam informasi beasiswa, hingga konsultasi langsung dengan perwakilan kampus. Para pelajar memperoleh gambaran nyata bahwa impian kuliah di luar negeri bukan lagi sesuatu yang sulit diwujudkan.
Dari Semarang, langkah menuju kampus-kampus terbaik di Taiwan mulai terbuka. Bagi banyak pelajar, kesempatan tersebut bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik. Tetapi juga membangun pengalaman global, memperluas jejaring internasional, dan mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat dunia. (*)





