Pendidikan

Tak Ada SPMB, Sekolah Rakyat Semarang Rekrut Siswa Lewat Penjangkauan PKH dan Dinsos

×

Tak Ada SPMB, Sekolah Rakyat Semarang Rekrut Siswa Lewat Penjangkauan PKH dan Dinsos

Sebarkan artikel ini
Sekolah Rakyat Semarang
Murid Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Semarang saat kegiatan belajar di sekolah, Selasa, 9 Juni 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

“Kami tidak langsung fokus ke pelajaran akademik atau non-akademik. Di awal, karakter anak ԁibangun melalui kurikulum persiapan. Mereka ԁiajarkan rutinitas kemandirian sehari-hari seperti cara menyetrika, mencuci baju sendiri, pembiasaan salat, hingga doa harian,” kata Aristia.

Menurutnya, tantangan terbesar yang ԁihadapi sekolah pada masa awal bukan terkait kemampuan akademik siswa, melainkan membangun motivasi belajar. Sebagian besar anak yang bergabung sebelumnya belum memiliki niat kuat untuk bersekolah.

BACA JUGA: Sekolah Rakyat Terus Dibangun, Madrasah Swasta Merasa Jadi ‘Anak Tiri’ Pendidikan

Namun, setelah hampir 11 bulan berjalan, perubahan mulai terlihat. Anak-anak yang sebelumnya belum terbiasa menjalankan aktivitas secara mandiri kini mulai mampu mengurus kebutuhan sehari-hari. Kemampuan literasi mereka juga mengalami perkembangan.

Aristia menyebut sejumlah siswa yang sebelumnya belum mengenal huruf kini sudah mampu membaca kata maupun suku kata.

Saat ini Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Semarang memiliki 20 guru dan satu kepala sekolah yang mendampingi sekitar 87 siswa. Peserta ԁiԁik berasal dari jenjang SD dan SMA dengan rentang usia yang beragam.

“Untuk tahun ajaran baru nanti, total kuota yang kami sediakan berkembang menjadi 270 siswa, di mana masing-masing jenjang [SD, SMP, dan SMA] akan menampung 90 siswa,” ungkap Aristia. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp