PariwisataPendidikan

Tak Cuma Buat Healing, Begini Serunya Mahasiswa KPI UIN Walisongo Kuliah di Pantai Maron

×

Tak Cuma Buat Healing, Begini Serunya Mahasiswa KPI UIN Walisongo Kuliah di Pantai Maron

Sebarkan artikel ini
KPI UIN Walisongo
Puluhan mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Walisongo Semarang berfoto bersama usai melaksanakan kuliah di Pantai Maron, Selasa 31 Oktober 2023. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Bermain ke pantai adalah hal yang sangat menyenangkan lantaran bisa menjadi momentum healing untuk mengusir kepenatan dalam menjalani rutinitas sehari-hari.

Tapi, selain untuk healing, pantai juga bisa menjadi lokasi aktivitas edukasi. Seperti yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Walisongo Semarang di Pantai Maron, Selasa 31 Oktober 2023.

Alih-alih di ruang kelas seperti biasa, mahasiswa KPI UIN Walisongo memilih mengadakan mata kuliah Jurnalistik di luar kampus dengan nuansa berbeda. Mereka tidak hanya mendapatkan ilmu jurnalistik dari praktisi, namun juga merasakan serunya belajar di Pantai Maron.

Dosen UIN Walisongo, Farida Rachmawati mengatakan salah satu alasannya mengadakan kuliah di luar kampus adalah supaya mahasiswa tidak jenuh dalam menjalani perkuliahan.

Selain itu, salah satu hal yang membuat kegiatan ini menarik adalah pemilihan lokasi kuliah yang dilakukan berdasarkan usulan mahasiswa. Mereka memilih Pantai Maron sebagai tempat belajar mereka lantaran lokasinya yang masih sepi pengunjung.

BACA JUGA: Masih Sepi Pengunjung, Ini Pantai Maron ‘Hidden Gem’ yang Alami di Semarang

“Pemilihan lokasi kami diskusikan dengan mahasiswa, mereka memilih Pantai Maron karena sepi, katanya cocok kalau buat kegiatan, nggak mengganggu pengunjung lain. Serta katanya paling penting murah, hanya bayar parkir Rp5 ribu per motor,” katanya kepada beritajateng.tv.

Masih dalam proses pengembangan

Farida mengatakan pelaksanaan kuliah di pantai merupakan hal baru. Memilih Pantai Maron yang masih dalam tahap pengembangan, Farida menyadari bahwa pantai ini masih memiliki banyak kekurangan. Ia pun menyoroti wisata pantai di Semarang yang masih belum maksimal padahal Semarang adalah daerah pesisir.

Menurutnya, pantai jika digarap dengan serius seperti Pantai Tirang dapat lebih ramai orang kunjungi. Apalagi memiliki akses dan fasilitas yang lebih baik. Meski begitu, ia berharap seiring meningkatnya aktivitas pengunjung di pantai tersebut  kebersihan tetap dapat terjaga.

“Tapi paling penting harganya masih terjangkau biar mahasiswa ini bisa nyerap water energy. Nggak ketemu tembok lagi di kelas. Biar fresh,” tandasnya.

Sementara itu, Irma Ardiana menyebut kuliah di Pantai Maron ini menjadi pengalaman menarik. Dengan suasana yang berbeda, Irma mengaku merasakan serunya belajar di luar kelas sembari mendapatkan wawasan jurnalistik dari praktisi.

BACA JUGA: Wisata Pantai Parangtritis Yogyakarta: Fasilitas, Harga Tiket Hingga Daya Tarik

“Iya, lebih seru, biasanya pembicara hanya dosen doang, terus ini mendatangkan praktisi dari luar jadi nambah ilmu juga,” kata mahasiswi asal Brebes itu.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp