Nasional

Tambah Lagi Dokter Korban Perundungan Angkat Bicara, Ngaku Pernah Dihajar Senior di Toilet

×

Tambah Lagi Dokter Korban Perundungan Angkat Bicara, Ngaku Pernah Dihajar Senior di Toilet

Sebarkan artikel ini
Perundungan Dokter
Aktris cum dokter, Indahkus (kanan), bersama WiIdan kawannya saat berbincang di siniar Close the Door, Rabu, 21 Agustus 2024. (Foto: YouTube/Deddy Corbuzier)

SEMARANG, beritajateng.tv – Indahkus, seorang aktris cum dokter, baru-baru ini mengungkapkan pengalaman pahitnya selama menempuh pendidikan kedokteran, utamanya terkait perundungan.

Perempuan yang meraih gelar dokter dari Universitas Jenderal Ahmad Yani ini, selain aktif di dunia hiburan, juga menjalani profesi sebagai dokter umum di sebuah puskesmas.

Dalam sebuah siniar YouTube “Close The Door” yang Deddy Corbuzier pandu pada Rabu, 21 Agustus 2024, Indahkus menceritakan salah satu pengalaman tak menyenangkan yang pernah ia alami.

“Waktu itu, aku pernah ditabrak senior saat lagi jalan,” ungkap Indahkus, merujuk salah satu bentuk perundungan yang ia alami.

BACA JUGA: Dokter Ini Ungkap Dugaan Praktik Perbudakaan: Keluar, Denda Miliaran!

Selain insiden tersebut, ia juga pernah merasakan tekanan dari senior saat menjalani koas. Ia beroleh tugas dari senior untuk mengorganisir sebuah acara yang menurutnya cukup berat.

“Kalau enggak melakukan tugas itu, bisa-bisa enggak lulus. Aku khawatir teman-temanku yang lain kena imbasnya juga,” imbuhnya.

Tak hanya Indahkus, Wildan, temannya yang merupakan mantan mahasiswa program pendidikan dokter spesialis (PPDS) membagikan pengalaman perundungan yang lebih parah.

Wildan mengungkapkan bahwa ia sampai mengundurkan diri dari program tersebut karena tak tahan dengan perlakuan seniornya.

BACA JUGA: Blak-blakan Dokter Tirta Ungkap Pengalamannya saat Koas hingga Gaji Dokter: Sengsara!

“Saya pernah kena pukul. Saat itu saya dimasukkan ke dalam toilet, digampar dan dipukul di bagian kepala,” ungkap Wildan.

Wildan pun menceritakan awal mula kejadian itu, yakni hukuman yang mengharuskan ia menginap di rumah sakit. Namun, ketika ia nekat pulang karena mendengar anaknya tengah sakit, seniornya lalu memintanya untuk segera kembali.

Ketika ia datang kembali ke rumah sakit, senior tersebut marah besar meski Wildan telah izin sebelumnya. Dua orang senior kemudian membawanya ke dalam toilet, lantas menggampar dan memukuli kepalanya.

Tak berhenti di situ, suatu waktu seorang senior bahkan pernah meminta Wildan untuk membayarkan pajak mobil miliknya.

“Begitulah, suruh bayarin pajak mobil senior,” aku Wildan. (*)