Jateng

Tanah Longsor Tutup Akses Jalan Empat Dusun di Desa Pledokan

×

Tanah Longsor Tutup Akses Jalan Empat Dusun di Desa Pledokan

Sebarkan artikel ini
tanah longsor
Akses penghubung empat dusun di Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang lumpuh akibat tanah longsor yang terjadi di lingkungan Dusun Resowinangun, Sabtu, 17 Januari 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Akses penghubung empat dusun di Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang lumpuh akibat tanah longsor yang terjadi di lingkungan Dusun Resowinangun, Sabtu, 17 Januari 2026.

Karena material longsor berupa tanah, bebatuan dan batang pohon yang terbawa mengubur dan menutup badan jalan sepanjang 15 meter dengan ketebalan berkisar 1 hingga 3 meter.

Menurut relawan SAR setempat, Sunarno, tanah longsor terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat peristiwa terjadi tidak ada warga yang sedang melintas di lokasi.

“Sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tanah longsor ini,” ungkapnya, saat beritajateng.tv konformasi di sela kegiatan pembersihan material longsor.

Langkah darurat yang sudah dilakukan, warga empat disun bersama para relawan bergotong- royong membersihkan material longsor yang menutup badan jalan.

BACA JUGA: Tanah Longsor Robohkan Pagar SMPN 7 Salatiga, Kerugian Tembus Rp50 Juta

Diupayakan, akses jalan yang tertutup tersebut sudah bisa dilewati sepeda motor. Karena satu akses jalan lainnya yang sebenarnya bisa dilalui saat ini sedang dilakukan pengecoran.

Sehingga warga empat dusun, yang meliputi Dusun Tlawah, Brujulan, Ngaglik dan Dusun Resowinangun, bisa mengakses kembali untuk mendukung aktivitas mereka.

“Sementara itu langkah darurat yang sudah kami lakukan, sambil menunggu dukungan alat berat dari BPBD Kabupaten Semarang yang sedang dalam pernalanan,” lanjutnya.

Sunarno juga menyampaikan, upaya pembersihan material longsor yang warga lakukan bersama relawan berlangsung secara hati- hati. Karena kondisi tanah masih belum sepenuhnya stabil.

Karena yang longsor merupakan tebing setinggi 20 meter dengan kemiringan sekitar 60 derajat. “Sebab jika tidak berhati-hati, justru bisa membahayakan warga dan relawan yang melakukan pembersihan marerial longsor,” tegasnya.

BACA JUGA: Tanah Longsor Robohkan Pagar SMPN 7 Salatiga, Kerugian Tembus Rp50 Juta

Sementara itu, salah satu warga Dusun Resowinangun, Satria Hermawan (18) mengakui tertutupnya akses jalan ini sangat mengganggu aktivitas warga setempat.

Karena ini merupakan jalan yang sering warga lalui dan menjadi jalan penghubung alternatif dengan pusat pemerintahan Kecamatan Sumowono. “Sehingga kalau tertutup susah,” jelasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp