Jateng

Tekan Angka Stunting, Pemkab Blora Terus Gencarkan Gerakan Makan Ikan, Tingkat Konsumsi Masih Rendah

×

Tekan Angka Stunting, Pemkab Blora Terus Gencarkan Gerakan Makan Ikan, Tingkat Konsumsi Masih Rendah

Sebarkan artikel ini
Gerakan Makan Ikan
Ketua TP PKK Blora, Ainia Salichah Arief Rohman, secara simbolis menyerahkan sejumlah ikan kepada balita. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tv – Pemerintah Kabupaten Blora terus menggencarkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai salah satu strategi percepatan penurunan angka stunting.

Langkah tersebut 𝖽ilakukan karena tingkat konsumsi ikan masyarakat Blora masih tergolong rendah 𝖽ibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Tengah maupun nasional.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora, Ainia Sholichah, mengatakan konsumsi ikan masyarakat Blora saat ini baru mencapai 22,31 kilogram per kapita per tahun.

Angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata konsumsi ikan masyarakat Jawa Tengah yang mencapai 39,38 kilogram per kapita per tahun dan nasional sebesar 57,61 kilogram per kapita per tahun.

BACA JUGA: Bagi-bagi Puluhan Kilogram Lele, Forikan Blora Gencarkan Gemar Makan Ikan, Ibu Hamil dan Balita Jadi Prioritas

Menurut Ainia, rendahnya konsumsi ikan menjadi tantangan tersendiri karena ikan merupakan sumber protein hewani yang kaya kandungan gizi, seperti omega-3, EPA, dan DHA yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Gerakan makan ikan terus kami galakkan karena terbukti memberikan dampak positif terhadap upaya penurunan stunting di Kabupaten Blora,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program kampanye makan ikan yang selama ini 𝖽ilakukan melalui berbagai kegiatan sosial, edukasi, hingga pembagian ikan gratis kepada masyarakat mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Salah satunya terlihat dari penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Blora.

Gerakan Makan Ikan di Blora Tekan Angka Stunting

Berdasarkan hasil survei, angka stunting di Blora yang sebelumnya berada di atas 23 persen pada tahun 2024 kini turun menjadi 17,09 persen.

Penurunan tersebut 𝖽inilai tidak lepas dari berbagai intervensi yang 𝖽ilakukan pemerintah daerah. Termasuk di antaranya peningkatan konsumsi protein hewani melalui gerakan makan ikan.

Program tersebut secara khusus menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kelompok ini 𝖽ianggap paling membutuhkan asupan gizi berkualitas guna mencegah terjadinya stunting sejak 𝖽ini.

BACA JUGA: Peringati Hardiknas 2026, Dinas Pendidikan Blora Gelar Karya Pendidikan Masyarakat

Ainia berharap gerakan makan ikan dapat semakin masif 𝖽ilakukan hingga tingkat kecamatan, desa, dan keluarga. Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk membentuk pola konsumsi sehat yang berkelanjutan.

“Harapannya masyarakat semakin gemar makan ikan. Sehingga, dapat menciptakan generasi yang sehat, kuat, cerdas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” katanya.

Pemkab Blora optimistis peningkatan konsumsi ikan di tengah masyarakat dapat menjadi salah satu langkah efektif untuk mempercepat penurunan stunting sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp