Kesehatan

Jelang Relokasi ke Srondol, Siloam Hospitals Semarang Gelar Skrining Kanker Payudara untuk 500 Perempuan

×

Jelang Relokasi ke Srondol, Siloam Hospitals Semarang Gelar Skrining Kanker Payudara untuk 500 Perempuan

Sebarkan artikel ini
Siloam Hospitals Semarang
Program SELANGKAH (Semangat Lawan Kanker) yang digelar Siloam Hospitals Semarang di Atrium Tentrem Mall Semarang, Senin, 15 Juni 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Siloam Hospitals Semarang menggelar program SELANGKAH (Semangat Lawan Kanker) di Atrium Tentrem Mall Semarang pada Senin, 15 Juni 2026 dengan menghadirkan layanan skrining kanker payudara bagi 500 perempuan.

Melalui program tersebut, peserta dapat mengikuti skrining kanker payudara dengan memberikan donasi yang akan 𝖽isalurkan untuk mendukung kegiatan sosial. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Siloam International Hospitals dalam memperluas akses skrining kesehatan 𝖽ini sekaligus memperkenalkan kehadiran Siloam Hospitals Semarang Srondol yang 𝖽ijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal ketiga 2026.

Dalam sesi edukasi kesehatan, dokter spesialis bedah Siloam Hospitals Semarang, dr. Ida Bagus Gde Tatwa Diatmika, Sp.B, menyampaikan pentingnya deteksi 𝖽ini kanker payudara.

“Screening is not about looking for illness, it is about protecting your health and peace of mind,” ujarnya.

Selain itu ada juga sesi refleksi bersama Dr. Yudi Hardiyanto, S.H., S.Psi., M.H., M.Psi., Psikolog, yang mengajak peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan mental dan membangun ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

BACA JUGA: Cegah Kanker dari Sekarang! Berikut Manfaat Minum Teh Manis Sebelum Beraktivitas

“Melalui sesi refleksi bersama, kami ingin mengajak peserta untuk melihat setiap pengalaman dari sudut pandang yang baru, menyadari bahwa setiap tantangan yang berhasil 𝖽ilalui merupakan bagian dari proses pembelajaran yang membentuk harapan, makna hidup, dan kekuatan dalam 𝖽iri,” ungkapnya.

Program SELANGKAH mendorong agar semakin banyak perempuan melakukan deteksi 𝖽ini kanker payudara melalui skrining dan edukasi kesehatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, terdapat 870.784 perempuan yang tinggal di Kota Semarang.

Jumlah tersebut 𝖽inilai menunjukkan pentingnya penyediaan layanan skrining yang mudah 𝖽ijangkau guna mendukung deteksi 𝖽ini dan penanganan kanker secara optimal.

Sebanyak 500 peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai kelompok masyarakat, di antaranya komunitas line dance, puskesmas se-Kota Semarang, PKK Kota Semarang, Ikatan Dosen Katolik Indonesia (IDKI), Yayasan Kanker Indonesia, hingga masyarakat umum.