SEMARANG, beritajateng.tv – Sebuah kaus putih lawas berlogo Marimas akhirnya kembali ke tangan perancang aslinya, Harjanto Halim. Harjanto, pemilik Marimas, menggelar sayembara berhadiah Rp30 juta demi menemukan kaus kenangan itu.
Ahmad Khoiri, warga Duwet, Pekalongan, menjadi pemenang sayembara tersebut. Kaus peninggalan ayahnya, Damiri, pengayuh becak asal Semarang, berhasil ditemukan setelah pencarian panjang. Khoiri sempat menunggu adiknya pulang dari Jakarta untuk ikut membantu.
“Kaus itu kami temukan dua hari sebelum Lebaran, terselip di bawah lemari,” ujar Khoiri.
BACA JUGA: CEO Marimas Asal Semarang Gelar Sayembara Cari Kaos Promosi Tahun 1995, Bakal Dapat Rp30 Juta!
Setelah yakin dengan ciri-ciri kausnya, Khoiri mengirim pesan ke Harjanto lewat TikTok. Harjanto langsung membalas dan memintanya mengirimkan foto. Meski kondisi kaus lusuh, Harjanto tetap menerima tanpa keberatan.
“Enggak apa seperti ini, justru terlihat autentik,” ucap Harjanto saat penyerahan hadiah, Sabtu, 12 April 2025.
Khoiri mengaku sempat ragu karena kaus tersebut sudah menjadi lap. Meski sudah dicuci, noda tetap membekas. Namun, ia tetap memberanikan diri untuk menghubungi Harjanto menjelang tenggat waktu sayembara.
Kaus promosi Marimas tahun 1995 seharga Rp30 juta!
Hadiah Rp30 juta akhirnya bos Marimas berikan kepada Khoiri sebagai bentuk penghargaan. Kaus tersebut kini akan dipajang di kantor Marimas dalam pigura akrilik, sebagai simbol perjalanan Marimas selama tiga dekade.
Ayah Khoiri, Damiri, mengenang momen saat menerima kaus itu. “Saya dapat kaus dari orang yang bagi-bagi pakai mobil. Lalu saya bawa pulang ke Pekalongan dan berikan ke anak,” kenangnya.
Harjanto mengaku senang akhirnya kaus itu kembali. Ia menyebut kaus tersebut sebagai simbol semangat awal perjuangan Marimas yang dibagikan ke tukang becak sebagai media promosi.
BACA JUGA: Perluas Peluang Bisnis, NutriSari Ajak UMKM Belajar Racik Teh Kekinian Bareng Baristea
“Kaus ini penting secara emosional, bukan sekadar benda. Sekarang bisa jadi pengingat perjuangan awal kami,” ungkap Harjanto.





