Pendidikan

Terendam Banjir, Kegiatan Belajar SD di Semarang Dialihkan Lewat Daring

×

Terendam Banjir, Kegiatan Belajar SD di Semarang Dialihkan Lewat Daring

Sebarkan artikel ini
banjir sekolah semarang
Suasana SDN Tambakrejo 01 terendam banjir di tahun 2024 lalu. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sekolah di Kota Semarang terpaksa menggelar pembelajaran online atau daring karena terendam banjir. Salah satunya adalah SDN Tambakrejo 01.

Sejak Minggu, 2 Februari kemarin, air banjir meluber hingga ruang-ruang kelas sehingga tidak memungkinkan untuk pembelajaran hari ini.

“Mulai hari ini belajar di rumah, ada empat kelas yang banjir. Termasuk ruang guru, dan kepala sekolah. Rumah siswa banyak yang kebanjiran juga,” kata salah satu guru SDN Tambakrejo 01, Ika Susianingsih saat beritajateng.tv hubungi melalui pesan singkat, Senin, 3 Februari 2025.

Ika menjelaskan, aktivitas pembelajaran jarak jauh berlangsung mulai hari ini. Hal itu karena empat dari sembilan ruang kelas di SDN Tambakrejo 01 terendam banjir.

BACA JUGA: Sepekan SDN Tlogosari Kulon 06 Terendam Banjir, Rukiyanto Khawatir Ganggu Proses Pembelajaran

Bahkan, genangan air di halaman sekolah mencapai 50 cm dan menutup akses dari dan menuju sekolah tersebut.

Untungnya, pihak sekolah telah menyelamatkan semua berkas-berkas penting yang berkaitan dengan siswa sebelum banjir.

“Yang tidak terselamatkan pojok baca yang kebanjiran karena posisinya di bawah. Jadi buku-buku selamat, tapi pojok bacanya ada kerusakan,” ujar Ika.

Plafon perpustakaan ambruk

Tak hanya banjir, sejumlah fasilitas penting di SDN Tambakrejo 01 ternyata juga rusak akibat cuaca buruk di Kota Semarang dalam seminggu kemarin.

Tepat sebelum Tahun Baru Imlek, atau pada Selasa, 28 Januari, plafon eternit di ruang perpustakaan yang berada di lantai dua ambruk. Beruntung sedang tidak ada siswa saat itu.

Ika mengaku telah melaporkan peristiwa itu ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang. Hanya saja, belum ada tinjauan langsung ke lokasi kejadian.

“Penyebabnya genteng atas bocor jadi kena eternitnya dan ambrol. Yang kena rak buku dan buku-buku yang ada di sana. Tinjuan belum ada karena kalau terkait dengan aset kita harus ada pengusulan penghapusan aset,” papar Ika.

Ika mengatakan, SDN Tambakrejo 01 sebenarnya telah dilakukan renovasi berupa peninggian lantai berulang kali. Langkah itu adalah satu di antara upaya untuk menghindari banjir. Hanya saja, banjir masih saja datang saat curah hujan tinggi selama beberapa hari.

“Dalam 10 tahun, sudah tiga kali peninggian. Efeknya kalau tahun kemarin itu tinggi banjir sekitar satu meja siswa atau satu meter lebih, kalau sekarang udah nggak begitu tinggi baik kelas maupun akses jalannya,” ucapnya.

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Selama Januari 2025, BPBD Ungkap 40 Persen Lebih Daerah di Jateng Terendam Banjir

Hingga saat ini, total sebanyak 325 siswa SDN Tambakrejo 01 mengikuti pembelajaran jarak jauh sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Setidaknya, 15 guru memberikan tugas kepada siswa-siswi melalui perantara orang tua. Ada tiga tenaga kependidikan termasuk pegawai tata usaha tetap melakukan tugas administrasi secara daring.

“Kalau masih banjir ya kita terpaksa masih meliburkan siswa karena kalau melihat kesehatan anak, tidak begitu bagus. Jadi kesehatan anak harus kita jaga,” tandasnya. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp