SEMARANG, beritajateng.tv – Sebanyak 413 mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Semarang mengikuti Praktik Kerja Nyata (PKN). PKN Poltekkes Semarang bakal berlangsung di Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang.
Para mahasiswa PKN Poltekkes Semarang yang berasal dari berbagai program studi kesehatan itu akan tersebar di 16 desa.
Hadir pada acara itu Direktur Poltekkes Kementerian Kesehatan RI Semarang Jeffri Ardiyanto bersama pejabat struktural serta ratusan mahasiswa peserta PKN Poltekkes Semarang. Selain itu hadir pula Camat Bringin Masyhudi dan pimpinan perangkat daerah Kabupaten Semarang.
Bupati Semarang H Ngesti Nugraha mengatakan, para mahasiswa dapat bekerja sama dengan perangkat desa dan jajaran perangkat daerah untuk meningkatkan derajat kesehatan warga desa.
“Saya berharap para mahasiswa dapat bekerja sama dengan perangkat desa dan jajaran perangkat daerah untuk meningkatkan derajat kesehatan warga desa,” kata Bupati Semarang usai upacara penerimaan di halaman Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (5/6/2023).
Lebih lanjut, Bupati Semarang menuturkan, para mahasiswa nantinya bakal berhadapan pada persoalan kesehatan yang saling berkaitan. Di antaranya penanganan kesehatan warga lanjut usia, penyandang disabilitas, penderita sakit menahun, dan penanganan gizi buruk atau tengkes.
BACA JUGA: PMI Kukuhkan Pembentukan KSR Kampus 4 Poltekkes Kemenkes Semarang
Mahasiswa PKN Poltekkes Semarang Mesti Edukasi Warga Terkait Kesehatan
Dengan bekal ilmu pengetahuan yang mereka miliki, para mahasiswa harapannya dapat mengedukasi warga agar hidup sehat. Misalnya, para mahasiswa dari program studi gizi dapat mengedukasi warga agar mengonsumsi makanan sehat.
“Sehingga nanti dapat menangani kasus stunting yang masih ada dan menjadi perhatian utama kita,” ujarnya.
Bupati Semarang juga meminta para mahasiswa agar tidak gagap dan mengeluh menghadapi situasi dan kondisi tiap-tiap desa yang masih kekurangan.
Persoalan itu dapat mereka komunikasikan dengan instansi terkait, perangkat desa, dan dosen pembimbing agar PKN dapat berhasil baik.
Jeffri Ardiyanto juga menjelaskan, para mahasiswa akan bertempat di 16 desa yang tersebar di Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Mereka akan menjadi andalan untuk melakukan identifikasi masalah kesehatan di tiap desa.
“Mereka akan ditempatkan di 16 desa yang tersebar di Kecamatan Beringin, Kabupaten Semarang dan mereka akan diandalkan untuk melakukan identifikasi masalah kesehatan di tiap desa,” jelasnya.
Hasil pengamatan itu akan menjadi produk inovasi mahasiswa PKN Poltekkes Semarang sekaligus menciptakan transformasi kesehatan bagi warga.
“Dari hasil pengamatan itu akan menjadi inovasi mahasiswa PKN (Poltekkes Semarang) sekaligus menciptakan transformasi kesehatan bagi warga dan para mahasiswa akan berbaur dan bekerja sama dengan masyarakat mulai 5-30 Juni 2023,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





