“Masjid ini pernah menjadi masjid besar Semarang pada saat kantor Bupati masih di Bubakan, sebelum ada Masjid Agung Semarang,” jelasnya.
Masjid Taqwa Sekayu sempat beberapa kali mengalami pemugaran, pertama kali pada tahun 1814 dan terakhir pada tahun 2006. Segala pemugaran bangunan itu tentu tanpa meninggalkan ciri khas keasliannya.
“Ada empat soko berdiameter sekitar 45 sentimeter, itu ukiran semua. Tapi sekarang terpasang papan pengaman pada bagian luarnya, jadi tidak kelihatan,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





